REGIONAL Sedih, Pilot Berkebangsaan Selandia Baru Tewas Saat Tiba di Distrik Alama Kabupaten Mimika 06 Aug 2024 10:26
Untuk identitas penumpang sesuai dengan tampak dan berdasarkan informasi dari lapangan bahwa seluruh penumpang dalam keadaan selamat.
JAYAPURA, IndonesiaSatu.co-- PT. Intan Angkasa Air Service berduka atas meninggal pilot mereka, Mr. Glen Malcolm Conning berusia 50 tahun bersama 1 armada mereka yang dibakar hangus oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat landing di Distrik Alama Kabupaten Mimika.
Mr. Glen Malcolm Conning merupakan warga Selandia Baru kelahiran 23 Februari 1974 dengan nomor passport LM096455 merupakan pilot Helikopter milik PT. Intan Angkasa Air Service yang beralamat di Timika.
Disitir dari Antara, Pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut membawa empat penumpang yakni dua orang tenaga kesehatan dan satu bayi serta satu anak dari Bandara Moses Kilangin Timika tujuan Distrik Alama.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh Brigjen Pol. Faizal Ramadhani yang menjabat sebagai Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 dalam siaran pers di Jayapura, Senin (5/8).
Faizal mengatakan organisasi yang berseberangan dengan paham NKRI tersebut juga membakar Helikopter Jenis IWN, MD.500 ER PK di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada pukul 10:O0 WIT.
"Benar telah terjadi penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh OPM terhadap Mr. Glen Malcolm Conning yang merupakan pilot Helikopter milik PT. Intan Angkasa Air Service," kata Faizal.
Selain itu Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Bayu Suseno mengungkapkan hal yang menyedihkan berdasarkan infromasi yang diterimanya dari saksi berinsial D.
"Dan saat tiba pilot Mr. Glen Malcolm Conning langsung dibunuh oleh OPM,"ungkap Bayu.
Lanjut Bayu, untuk identitas para penumpang sudah sesuai, dan mereka semua selamat.
"Untuk identitas penumpang sesuai dengan tampak dan berdasarkan informasi dari lapangan bahwa seluruh penumpang dalam keadaan selamat," katanya.
Saat ini TNI-Polri serta jajaran Polres Mimika telah melakukan upaya penegakan hukum dan pengejaran terhadap OPM yang melakukan aksi penyanderaan dan penembakan terhadap pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
"Kami akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap OPM yang melakukan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua," ujarnya.
Kronologi kejadian
Kejadian berawal sekitar pukul 09:30 WIT Helikopter Jenis IWN, MD.500 ER PK, milik PT. Intan Angkasa Air Service dengan pilot Mr. Glen Malcolm Conning membawa empat penumpang terbang dari bandara Mosez Kilangin Timika menuju Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Sesampainya di Distrik Alama kemudian OPM mencegat menggunakan senjata api selanjutnya pilot dan penumpang diturunkan dari helikopter dan dikumpulkan di lapangan.
Setelah itu OPM langsung melakukan pembunuhan terhadap pilot dan jenazahnya dibawa ke helikopter kemudian dibakar bersamaan dengan helikopter.*
--- Hendrik Penu
Komentar