Breaking News

PENDIDIKAN Sekolah Rakyat Jadi Miniatur Pengentasan Kemiskinan Terpadu 12 Jan 2026 11:05

Article image
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (Foto: Ist)
Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.

BANJARBARU, Indonesiasatu - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan model pengentasan kemiskinan terpadu. Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto dengan pendidikan sebagai pintu masuk utamanya.

Dalam konferensi usai meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu, Mensos Saifullah mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

“Besok yang diundang itu bukan hanya siswa, tetapi juga orang tua siswa. Karena Sekolah Rakyat adalah bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya melalui pertanyataan tertulis di Jakarta.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Sekorah Rakyat, kata Mensos, menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.

Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat mengintegrasikan pendidikan anak dengan pemberdayaan keluarga agar dampaknya berkelanjutan. “Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Pendekatannya memang pengentasan kemiskinan,” ujar Mensos.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo mengatakan data terakhir masih terdapat 8,57 persen atau sekitar 24 juta penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan 1,13 persen atau sekitar 3,17 juta penduduk masuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Rumah dari siswa nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial sesuai periode tertentu, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” kata Agus.

Melalui Sekolah Rakyat, katanya, Presiden ingin menyiapkan anak-anak dari keluarga tidak mampu agar memiliki kapasitas dan daya saing untuk berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam pelaksanaannya Sekolah Rakyat merupakan pusat atau episentrum berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, antara lain Program Tiga Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JKN, serta bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos), hingga 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas sekitar 16.000 siswa yang didukung 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Pemerintah meresmikan ratusan Sekolah Rakyat rintisan pada Senin 12 Januari 2026 yang berpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. *

--- F. Hardiman

Komentar