Breaking News

BOLA Setelah 68 Tahun, Timnas Indonesia Cium Aroma Olimpiade 26 Apr 2024 10:47

Article image
Para pemain Indonesia melakukan selebrasi setelah mencetak gol pada pertandingan sepak bola kualifikasi AFC Piala Dunia FIFA 2026 antara Vietnam dan Indonesia di Stadion Nasional My Dinh di Hanoi pada 26 Maret 2024. (Foto: AFP via CNBC Indonesia)
Penampilan terakhir Timnas di pesta olahraga terbesar sejagad adalah pada Olimpiade Melbourne 1956 atau 68 tahun yang lalu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 semakin dekat untuk berlaga di Olimpiade Paris 2024 setelah berhasil melaju ke babak semifinal Piala Asia U-23 di Qatar, demikian ditulis CNBC Indonesia (26/4/2024).

Tim asuhan Shin Tae Yong (STY) perlu perjalanan panjang dengan penuh drama untuk akhirnya mampu menaklukkan Korea Selatan melalui adu penalti 11 vs 10 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Jumat (26/4/2024).

Timnas hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bisa tampil di ajang Olimpiade Paris pada 26 Juli hingga 11 Agustus 2024. Sekaligus mengukir sejarah pertama kali masuk berlaga di Olimpiade cabang olahraga sepak bola.

Juara 1,2,3 otomatis lolos ke Olimpiade. Sementara peringkat empat akan bertanding lewat babak playoff untuk mendapatkan satu tiket.

Lawan Indonesia nanti adalah antara Arab Saudi atau Uzbekistan. Jika mampu menang, Timnas mampu masuk ke final sekaligus mengamankan tiket ke Olimpiade,

Jika kalah di semifinal, Indonesia masih berpeluang lolos lewat penentuan juara 3. Indonesia berpeluang bertemu antara Jepang, Iraq, atau Vietnam.

Bila Timnas berada di posisi keempat maka akan diadu dengan perwakilan dari benua lain.

Penampilan terakhir Timnas di pesta olahraga terbesar sejagad adalah pada Olimpiade Melbourne 1956 atau 68 tahun yang lalu.

Kala itu permainan Timnas menuai banyak pujian terutama pada babak perempat final melawan tim kuat Uni Sovyet.

Decak kagum pun datang dari berbagai pihak, termasuk Presiden FIFA saat itu Sir Stanley Rous.

"Baru sekali saya melihat permainan bertahan yang sempurna sekali," ujar Sir Stanley Rous, seperti dikutip dari Tabloid BOLA edisi 27 Juli 1984.***

--- Simon Leya

Komentar