KESEHATAN Terima Audiensi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Gubernur Melki: Wujudkan NTT Bebas Rabies 28 Aug 2025 11:23
"Kami serius mewujudkan NTT bebas rabies melalui langkah konkret, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat,” komit Gubernur Melki.
KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) , Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTT, drh. Yohanes T. R. M. R. Simarmata, M.Sc, bersama jajaran di VIP Pemda Bandara El Tari, Kupang, Selasa (26/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas peningkatan kemitraan dan kerja sama antara PDHI dan Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya pengendalian penyakit rabies yang menjadi ancaman serius di berbagai wilayah di NTT.
Ketua PDHI NTT, drh. Yohanes menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya perlunya lockdown hewan anjing selama 6 bulan sebagai langkah efektif pencegahan penyebaran rabies, penguatan dukungan pemberantasan rabies, serta ketersediaan anggaran kesehatan hewan yang memadai.
"Kami mengapresiasi langkah lockdown bagi hewan (anjing) selama 2 bulan, karena hingga saat ini NTT didominasi kasus rabies dari anjing melalui gigitan. Kami menyarankan 6 bulan lockdown anjing sebagai waktu terbaik," ujar Yohanes.
PDHI juga menyoroti perlunya data akurat kasus rabies, termasuk kewaspadaan terhadap potensi penyebaran rabies di kawasan wisata seperti Gua Monyet.
"Kami berharap ketersediaan anggaran bagi kesehatan hewan menjadi perhatian, di samping tindak pencegahan rabies melalui vaksinasi dan himbauan," tambahnya.
Edukasi dan Langkah Nyata
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki menegaskan komitmen Pemprov NTT Auntuk memperkuat edukasi masyarakat dan menyiapkan langkah nyata pengendalian rabies.
Gubernur menghimbau agar rangkaian kegiatan pencegahan rabies yang akan diselenggarakan pada bulan September mendatang, dapat dikolaborasikan dengan jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait.
“Kami serius mewujudkan NTT bebas rabies melalui langkah konkret, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat,” komit Gubernur Melki.
--- Guche Montero
Komentar