A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: detail/index.php
Line Number: 6
Tiga Hari Kunjungan di AS, Presiden Jokowi Tiba di Jakarta 19 Feb 2016 12:22
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: detail/index.php
Line Number: 6
Jokowi sempat menyampaikan mimpi Indonesia untuk menciptakan 1.000 technopreneurs pada 2020 karena itu berharap dukungan Google.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandara Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat, setelah kunjungan kerja tiga hari di Amerika Serikat (AS).
Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Jakarta sekitar pukul 09.24 WIB setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam 20 menit dari lokasi transit kedua, yakni Andersen Air Force Base, Guam.
Sebelumnya pesawat kepresidenan Republik Indonesia-1 transit di Bandar Udara Internasional Honolulu, Hawai, setelah lebih dari 7 jam lepas landas dari Bandar Udara Internasional San Francisco, AS.
Saat Presiden dan rombongan tiba, suhu udara di Jakarta berkisar 25-33 derajat celcius dengan cuaca berawan.
Dalam kesempatan itu, sejumlah pejabat dan menteri yang turut serta dalam penerbangan bersama Presiden yakni Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi baru saja merampungkan seluruh rangkaian agenda kunjungan kerjanya di AS di antaranya menghadiri dua hari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-ASEAN di Sunnylands, US-ASEAN Business Council di San Francisco, hingga menyambangi pusat ekonomi kreatif Silikon Valley yang menjadi markas Facebook, Googleplex, Plug and Play, hingga Twitter di San Fransisco.
Presiden juga menyempatkan diri bertemu dengan masyarakat dan diaspora Indonesia yang tinggal di AS.
Perjalanan setengah hari menyambangi pusat ekonomi kreatif dunia terutama bidang teknologi informasi, Silikon Valley (Lembah Silikon), menjadi agenda yang sangat menarik dan penuh antusiasme bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Di sanalah, industri kreatif teknologi informasi dari segala penjuru dunia berkiblat. Di Lembah Silikon itulah para inovator dunia tinggal dinaungi "payung beralaskan altar suci" yakni kreativitas.
Presiden Jokowi pertama kali menginjakkan kaki di markas Facebook di Menlo Park yang laksana istana kayu raksasa.
Seperti dilaporkan Antara, Jokowi disambut para eksekutif Facebook untuk berkeliling kompleks markas yang begitu luas itu.
Mark Zuckerberg, sang penggagas baru tiba ketika Presiden telah berada di Roof Top Garden di kompleks kantor itu.
Presiden dan rombongan diajak berkeliling di ruang-ruang kerja pegawai Facebook yang laksana hanggar pesawat dengan komputer-komputer Mac berjajar ratusan jumlahnya.
Di setiap meja kerja paling ujung ada papan sekat yang dilengkapi papan tulis putih untuk menuliskan pesan atau gambar-gambar kreatif. Anehnya, di hampir seluruh sudut kantor itu sungguh sulit menemukan logo atau brand Facebook. Bahkan nyaris tak ada satupun selain di papan pesan bertuliskan The Facebook Wall Write Something.
Presiden sempat melakukan pertemuan tertutup dengan para eksekutif Facebook untuk menyampaikan misinya berkunjung ke tempat itu.
"Saya mengajak Facebook untuk menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi dan perdamaian," ujar Presiden.
Presiden juga sempat bermain pingpong secara virtual di lokasi demonstrasi Oculus Virtual Reality.
Hingga mengakhiri kunjungannya, ia menuliskan pesan singkat "Bersama Damai dalam Harmoni", selanjutnya membubuhkan tanda tangan di dinding Tanda Tangan Facebook.
Seribu Technopreneur
Bergegas Presiden melanjutkan perjalanan ke 1.600 Amphitheatre Park Way, Montain View, Lembah Silikon. Di sanalah, Googleplex bermarkas mengembangkan kesaktian mesin pencari hingga tak terkalahkan di dunia.
Jokowi sempat menyampaikan mimpi Indonesia untuk menciptakan 1.000 technopreneurs pada 2020 karena itu berharap dukungan Google.
Presiden juga sempat berdialog dengan IndoGooglers atau WNI yang bekerja di Google yang berjumlah 39 orang.
Sebelumnya, Jokowi menyaksikan demo pada Google Empire, Business Line, Growth Evolution, dan menyaksikan simulasi Google Apps, Google Maps dan Google Loon.
Bahkan Presiden melihat simulasi beberapa aplikasi, seperti penangkapan kapal penangkap ikan illegal. Presiden merasakan betul manfaat dari aplikasi digital seperti itu. "Saya gregetan, segera lakukan digitalisasi," ujar Presiden.
Ada satu hal yang menarik dalam pertemuan Presiden dengan CEO Google, yaitu suasana terasa berbeda karena Sundar Pichai dan para eksekutif Google memakai baju batik untuk menyambut kunjungan Presiden Jokowi dan rombongan di Googleplex.
Tak berbeda, saat ia melanjutkan kunjungannya ke perusahaan ventura yang memfasilitasi start up dan usaha pemula di bidang TI Plug and Play di tak jauh dari Googleplex.
Presiden bahkan sempat berkata "I like your shirt" saat beberapa eksekutif Plug and Play menggunakan batik, termasuk Saeed Amidi, CEO Plug and Play.
Perjalanan ke Plug and Play lebih banyak diisi dengan presentasi sejumlah petingginya di auditorium lantai 2 kantor mereka.
"Saya harap Plug and Play dapat bekerja sama dalam upaya Indonesia mencapai visi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai 130 miliar pada 2020," ucap Presiden dalam pertemuan ini.
Presiden juga berharap Plug and Play dapat berbagi pengalaman dengan Indonesia tentang cara untuk mendanai bisnis pemula dan UMKM.
Sebelum meninggalkan kantor Plug and Play, Presiden dan rombongan berkeliling meninjau kantor tersebut dan menuliskan "Start it up, prosper together" di dinding yang telah disediakan dan ditandatangani oleh Presiden serta telah ditempeli foto Presiden Jokowi
Pesan Perdamaian
Sebagaimana pun tergesanya, Presiden hampir tidak mungkin untuk melewatkan Twitter yang berkantor di San Francisco.
Jokowi berkepentingan mengingat pengguna Twitter di Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak di dunia.
Berbeda dengan kantor-kantor platform ekonomi kreatif di Lembah Silikon yang terasa terpencil di luar keriuhan kota besar, Twitter Headquarter justru terletak di tengah kota dengan kantor pusat administrasinya ada di lantai 2.
Pada Jack Dorsey, CEO Twitter dan eksekutif Twitter lain, Presiden menyampaikan harapan agar Twitter dapat meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan seperti disaster response dan menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian.
Sebelum meninggalkan markas Twitter, Jokowi menuliskan kicauan yang dikirim langsung dari kantor itu. Saya mengajak @Twitter ikut sebarkan pesan toleransi dan perdamaian dunia -Jkw, demikian twit Presiden Jokowi.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan alasan yang sebenarnya terkait maksud Presiden Jokowi mengunjungi sejumlah markas sosial media platform.
"Presiden ke Silikon Valley karena kita ingin bermitra dengan sosial media mengenai toleransi dan perdamaian," kata Menteri Retno dalam penerbangan menuju Jakarta, Jumat (19/2).
Media sosial sempat menjadi alat yang efektif bagi masyarakat di Tanah Air dalam upaya counter terorism.
Namun pada saat yang sama, media sosial menjadi alat yang digunakan jaringan teroris untuk berkoordinasi dan saling berhubungan.
"Jadi kita bicara dengan Facebook dan Twitter, kita sampaikan begini, sosmed dipakai untuk ektremisme, merekrut FTF (Foreign Terrorist Fighters). Oleh karena itu kita wajib menyeimbangkan informasi," katanya.
Ia menegaskan sosial media harus mulai dikembangkan untuk menyebarkan pondasi toleransi.
"Perdamain dan toleransi bisa dilakukan melalui sosial media," katanya.
---
Komentar