Breaking News

INTERNASIONAL Timur Tengah Membara: Iran Balas Serang Pangkalan AS di 4 Negara, Kawasan Teluk Tutup Wilayah Udara 28 Feb 2026 18:07

Article image
Serangan gabungan Amerika Serikat-Israel menghantam sejumlah target, termasuk lokasi dekat kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.(AFP)

TEHERAN, IndonesiaSatu.co – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu (28/2/2026).

Serangan ini merupakan respons langsung atas operasi udara gabungan AS-Israel yang sebelumnya menghantam tujuh kota di Iran, termasuk Teheran dan Isfahan.

Markas Armada Kelima AS 

Pemerintah Bahrain mengonfirmasi bahwa markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di wilayahnya menjadi sasaran rudal Iran. "Pusat layanan Armada Kelima menjadi sasaran serangan rudal. Kami akan memberikan detailnya segera," tulis pernyataan resmi Pusat Komunikasi Nasional Bahrain.

Di tempat lain, Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Patriot milik mereka berhasil mencegat rudal Iran di atas Doha, meski ledakan keras tetap terdengar hingga ke pusat ibu kota. Situasi serupa dilaporkan terjadi di Kuwait City dan Abu Dhabi, yang memaksa ketiga negara tersebut menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil secara total.

Runtuhkan Rezim 1979?

Presiden AS Donald Trump, melalui platform Truth Social, menegaskan bahwa operasi militer ini bertujuan lebih dari sekadar perlindungan sekutu. Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

"Kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah. Angkatan laut mereka akan dilenyapkan," tegas Trump dalam pidato resminya.

Dampak Serangan di Iran

Laporan dari Al Jazeera dan AFP menyebutkan kepulan asap tebal masih membubung dari kawasan Jomhouri di Teheran. Serangan Israel-AS menyasar titik-titik strategis di:

  • Teheran (Kawasan Universitas dan pusat pemerintahan)
  • Isfahan (Fasilitas nuklir dan pangkalan udara)
  • Tabriz, Karaj, Kermanshah, Qom, dan Lorestan.

Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah diamankan ke lokasi rahasia di luar Teheran sesaat setelah ledakan mengguncang wilayah dekat kantornya.

Situasi Global Tidak Menentu

Perang Iran-Israel ini terjadi di tengah kekacauan global lainnya. Di perbatasan Timur, Pakistan dan Afghanistan terlibat kontak senjata berat, sementara di Meksiko, kerusuhan kartel meluas ke 20 negara bagian.

Hingga berita ini diturunkan, kapal induk tercanggih AS, USS Gerald R. Ford, dilaporkan telah tiba di perairan dekat Israel untuk memperkuat posisi Washington dalam menghadapi potensi perang terbuka yang lebih panjang.

Sementara, dunia kini menanti apakah Iran akan menutup Selat Hormuz sebagai kartu as terakhir, yang jika dilakukan, bisa melumpuhkan pasokan minyak mentah dunia dalam hitungan jam.***

--- Sandy Javia

Komentar