AGAMA Tradisi Ciuman Massal Digelar Usai Nyepi 11 Mar 2016 11:22
Secara historis, tradisi Omed-omedan diperkirakan telah ada sejak abad ke-17 dan terus berlangsung hingga saat ini.
DENPASAR, IndonesiaSatu.co -- Salah satu banjar di Kota Denpasar yakni Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan Denpasar menggelar ritual Omed-omedan atau ciuman massal usai Nyepi. Tradisi unik dilakukan oleh Sekaa Taruna atau muda mudi dari Satya Dharma Kerti di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar. Omed-omedan digelar sehari setelah hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1938.
Secara historis, tradisi Omed-omedan diperkirakan telah ada sejak abad ke-17 dan terus berlangsung hingga saat ini. Sekali waktu di masa lalu, tradisi ini pernah ditiadakan. Tiba-tiba di tengah desa muncul dua ekor babi hutan yang saling bertarung. Masyarakat Desa Sesetan menganggap hal tersebut sebagai pertanda buruk. Melihat pertanda ini, sesepuh desa segera memanggil kembali para muda-mudi untuk berkumpul dan menyelenggarakan omed-omedan seperti biasa. Setelah kejadian itu, tradisi ini terus diadakan secara rutin sebagai upaya agar desa terhindar dari malapetaka.
Menurut Ketua Sekaa Taruna Satya Dharma Kerthi Komang Arya, pelaksanaan kegiatan Omed-omedan melibatkan sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berumur 17 hingga 30 tahun dan belum menikah. Prosesi Omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan dan kelancaran pelaksanaannya. Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua kelompok; laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa. Setelah seorang sesepuh memberikan aba-aba, kedua kelompok saling berhadapan. begitu dekat, mereka akan berciuman beberapa saat hingga ditarik atau disiram air oleh tetua desa untuk melepaskan ciuman.
Peserta upacara ini terdiri dari 40 pria dan 60 wanita. Sisa peserta akan dicadangkan untuk tahap berikutnya."Kami berharap agar tradisi ini dapat terus dilestarikan dan generasi muda semakin berkreasi lagi," kata Komang Arya, Kamis (10/3).
Ia melanjutkan, untuk lebih memeriahkan acara yang berbau tradisi dan sakral ini dengan mengadakan Sesetan Heritage Festival yang diadakan dengan tujuan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan menuju ekonomi kreatif. Pihaknya mengadakan pasar rakyat atau yang lebih dikenal dengan peken paiketan Krama Sesetan yang terdiri dari food heritage, home industry/kerajinan yang diikuti sebanyak 140 stand serta menampilkan beberapa parade seni dan band. Acara ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.
Sementara Walikota Rai Mantra dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan Sesetan Heritage Omed-omedan Festival ini, dimana dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Seperti diketahui Omed-omedan Heritage Festival ini merupakan sebuah kearifan lokal yang sudah diwarisi secara turun temurun di Banjar Kaja Sesetan, selain itu kegiatan ini patut mendapat apresiasi yang dikarenakan para STT banjar ini mampu secara terus menerus melaksanakan kegiatan ini.
“Semoga apa yang dilaksanakan bisa berjalan dengan lancar, selain itu dengan adanya acara seperti ini kita harus terus meningkatkan seradha bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi agar acara seperti ini bisa terus berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan kita,” kata Rai Mantra.
Rai Mantra juga mengajak seluruh masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. “Kalau tidak kita yang berbuat seperti itu siapa lagi, sama halnya dengan kebudayaan. Kalau tidak kita yang melestariakan kebudayaan siapa lagi yang akan melestarikannya. Maka untuk itu mari kita jaga bersama-sama demi terciptanya keajegan Bali ini,” pungkas Rai Mantra.
Ketua Panitia Penyelenggara, Ade Parmita ditemui disela-sela acara mengatakan, seperti diketahui bersama bahwa omed-omedan yang ada di Banjar Kaja Sesetan ini merupakan tradisi yang unik yang telah diwariskan secara turun temurun. Selain itu acara ini juga sudah dikenal luas baik dalam maupun luar negeri, pihaknya berkeyakinan tradisi Omed-omedan ini memiliki nilai sakral yang ada kaitannya dengan Sesuhunan di Banjar Kaja Sesetan. "Sehingga kami sebagai generasi penerus bertekad melestarikannya dan menjadikannya sebagai alat pemersatu," ujarnya.
Lebih lanjut Ade mengatakan terkait dengan Sesetan Heritage Festival diadakan dengan tujuan menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan menuju ekonomi kreatif. Adapun kegiatan ini dikelompokan menjadi tiga, pertama ada pasar rakyat atau yang lebih dikenal dengan peken paiketan Krama Sesetan, yang terdiri dari food heritage, home industry/kerajinan. Untuk food heritage diikuti sebanyak 140 stand. Kedua, ada parade seni dan band, dan ketiga ada tradisi omed-omedan.
Tradisi omed-omedan dilakukan oleh anggota teruna-teruni Satya Dharma Kerti Banjar Kaja Sesetan. Dalam kegiatan ini juga dipentaskan Parade Seni oleh IKIP PGRI Bali, Gases Bali, Marching Band SMPK 1 Harpan, Sekaa Ngelawang Pedaleman Sesetan, Sekaa Bumbang Wirama Duta Banjar Tengah Sesetan, dan Fragmen Tari Omed-omedan oleh STT Banjar Kaja sesetan.
--Arnold Yanssen
Komentar