INTERNASIONAL UNESCO Tetapkan Reruntuhan Kuno Yericho Sebagai Situs Warisan Dunia, Picu Kemarahan Israel 19 Sep 2023 09:31
Situs baru yang ditetapkan, terletak di Yericho di Tepi Barat yang diduduki Israel, berisi reruntuhan yang berasal dari milenium kesembilan SM.
YERUSALEM, IndonesiaSatu.co -- Komite Warisan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Minggu (17/9/2023) memutuskan untuk memasukkan situs arkeologi Tell es-Sultan di Yericho sebagai “Situs Warisan Dunia di Palestina.”
Keputusan itu diambil pada konferensi yang diadakan di Riyadh, kata UNESCO di akun resmi X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Dilansir CNN (18/9/2023), otoritas Palestina menyambut baik keputusan tersebut, sementara Israel menyatakan kemarahannya.
Situs baru yang ditetapkan, terletak di Jericho di Tepi Barat yang diduduki Israel, berisi reruntuhan yang berasal dari milenium kesembilan SM. Jericho sendiri merupakan salah satu kota tertua yang terus dihuni di dunia.
Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina menyambut baik keputusan tersebut, dan memujinya sebagai pengakuan atas “signifikansi budaya, ekonomi, dan politik” Yericho dan bukti “10.000 tahun pembangunan manusia,” menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Minggu.
Menteri Pariwisata dan Purbakala PA Rula Ma’ayah menggarisbawahi pentingnya keputusan tersebut, dan menyebut situs tersebut sebagai bagian integral dan berharga dari warisan Palestina yang beragam, menurut sebuah pernyataan yang dikirim ke CNN pada hari Minggu.
“Nilai universal yang luar biasa dari situs ini menjadikannya salah satu situs Warisan Dunia,” kata Ma’ayah.
Namun Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka melihat tindakan tersebut sebagai “tanda lain dari sikap sinis Palestina terhadap UNESCO dan politisasi organisasi tersebut.”
Terletak di Lembah Yordan, Yerikho terletak di antara Sungai Yordan di timur dan Yerusalem di barat.
Pada tahun 2010, Yericho dirayakan sebagai kota bertembok tertua di dunia, sejak Zaman Batu modern. ***
--- Simon Leya
Komentar