Breaking News

INTERNASIONAL Badan HAM PBB: Iran Eksekusi Mati 21 Orang Sejak Perang Melawan AS dan Israel 30 Apr 2026 23:40

Article image
Aksi unjuk rasa menentang kebijakan eksekusi mati di Iran. (Foto: Getty Images)
Komisaris HAM PBB: Ancaman terhadap HAM di Iran meningkat tajam dan otoritas Teheran perlu segera menghentikan kebijakan eksekusi mati.

JENEWA, IndonesiaSatu.co Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Urusan Hak Asasi Manusia (OHCR) mengatakan, Iran telah mengeksekusi mati setidaknya 21 orang serta menangkap lebih dari 4.000 lainnya sejak perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel meletus pada 28 Februari lalu.

Dilansir AFP, Kamis (30/4/2026), setidaknya sembilan orang dieksekusi terkait demonstrasi besar-besaran yang melanda Iran pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

Selain itu, 10 orang lainnya dieksekusi mati karena diduga anggota kelompok oposisi pemerintah, serta dua orang lainnya atas tuduhan mata-mata.

Sementara itu, diperkirakan lebih dari 4.000 orang ditangkap atas tuduhan mengganggu keamanan nasional.

OHCHR menyatakan, banyak orang yang menjadi korban penghilangan paksa, penyiksaan, atau perlakuan kejam tidak manusiawi, serta merendahkan martabat, termasuk pengakuan paksa.

"Saya sangat prihatin bahwa, di samping dampak konflik yang sudah parah, hak-hak rakyat Iran terus dirampas oleh pihak berwenang dengan cara yang kejam dan brutal," ujar Volker Turk, Komisaris HAM PBB, seperti disitir dari AFP, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, ancaman terhadap HAM meningkat tajam dan otoritas Teheran harus segera menghentikan kebijakan eksekusi mati terhadap warga sipil.

"Saya menyerukan kepada pihak berwenang untuk menghentikan eksekusi lebih lanjut, menetapkan moratorium terhadap penggunaan hukuman mati, sepenuhnya memastikan proses hukum yang adil dan jaminan persidangan yang adil, dan segera membebaskan mereka yang ditahan secara sewenang-wenang,” imbuhnya.

Menurut OHCHR, banyak warga Iran, termasuk anak-anak, berisiko dijatuhi hukuman mati berdasarkan definisi kejahatan keamanan nasional yang berlebihan dan tidak jelas.

--- Aprilio G.