Breaking News

HUKUM Usai OTT KPK, Uang Rp 100 Miliar Dikabarkan Milik Nusron Wahid 16 Sep 2026 15:22

Article image
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. (Foto: RMOL)
Sumber redaksi menyebutkan bahwa uang tersebut sudah diakui Gus Arif merupakan milik Nusron Wahid.

BOGOR, IndonesiaSatu.co-- Dua puluh buah koper dan kardus berisi uang Rp 100 miliar yang ditemukan di rumah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto alias Gus Arif dikabarkan milik Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Puluhan koper tersebut sebelumnya ditemukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah Gus Arif di daerah Cibubur, Senin (14/9/2026).

Melansir RMOL, sumber redaksi menyebutkan bahwa uang tersebut sudah diakui Gus Arif merupakan milik Nusron Wahid. Gus Arif bersama politikus Partai Golkar, Fahd A Rafiq merupakan pihak pengepul uang dari PT Summarecon Agung Tbk dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pimpinan beserta jajaran Kedeputian Penindakan KPK telah selesai menggelar ekspose atau gelar perkara hasil OTT yang menangkap 17 orang pada Selasa (15/9/2026) dinihari.

Dari hasil ekspose itu, disepakati sejumlah anak buah Nusron Wahid ditetapkan sebagai tersangka. Diduga mereka adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung.

Selain itu, orang kepercayaan Nusron Wahid juga disebut ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto alias Gus Arif, serta Fahd A Rafiq.

Tak hanya itu, KPK juga disebut menetapkan tersangka dari pihak swasta, yakni dari Summarecon. Dalam kegiatan OTT ini, KPK turut menangkap Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi.

Dalam kegiatan OTT itu, KPK turut mengamankan barang bukti uang tunai dalam bentuk Rupiah dan Valuta Asing (Valas) yang dibungkus atau dikemas di dalam boks, kardus ataupun koper sebanyak 20 buah dengan estimasi nominal sebesar ratusan miliar rupiah.

--- Guche Montero

Komentar