Breaking News

NASIONAL Wakil Presiden RI Ke-6 Try Sutrisno Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Tokoh Negarawan 02 Mar 2026 08:47

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Indonesia berduka. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Senin (2/3/2026). Tokoh yang dikenal sebagai sosok militer yang santun dan negarawan sejati ini wafat setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan jajaran petinggi TNI. Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari negara.

Profil dan Rekam Jejak

Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden pada periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto. Sebelum menduduki kursi nomor dua di Indonesia, karier militer beliau sangat cemerlang, puncaknya saat menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Selama menjabat sebagai Wapres, Try Sutrisno dikenal sangat aktif turun ke masyarakat dan memiliki perhatian besar pada stabilitas nasional serta persatuan bangsa. Selepas masa jabatannya, beliau tetap vokal memberikan masukan-masukan strategis bagi pemerintahan dari periode ke periode, terutama melalui perannya di Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Penghormatan Terakhir

Menteri Sekretaris Negara dilaporkan tengah berkoordinasi untuk upacara pemakaman kenegaraan. Sejumlah tokoh nasional, mulai dari Presiden, para menteri kabinet, hingga kolega militer, dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Masyarakat Indonesia mengenang beliau sebagai sosok Panglima yang disiplin namun rendah hati. Hingga akhir hayatnya, Try Sutrisno tetap menjadi rujukan moral bagi banyak politisi dan perwira muda di tanah air.

"Beliau adalah saksi sejarah sekaligus pelaku sejarah yang menjaga integritas bangsa dengan keteladanan," ungkap salah satu kolega terdekat beliau.***

--- Sandy Javia

Komentar