Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Bangun Konsolidasi, DPD Golkar NTT Gelar Rakerda 02 May 2018 22:47

Article image
Penyelenggaraan Rakerda dan Orientasi Fungsionaris Partai Golkar NTT di Kupang (Foto: Dok. Tim)
“Jangan terprovokasi dengan isu primordial. Ada yang bilang pilih Gubernur harus orang Flores dan Katolik. Di sini kita pilih Gubernur NTT bukan pemimpin Katolik atau Flores. Mari kita tunjukan demokrasi yang mendidik dan beradab kepada masyarakat tanpa

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (30/04/18) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Orientasi Fungsionari sekaligus konsolidasi pemenangan Pilkada NTT.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh seluruh kader Partai, simpatisan dan pengurus DPD II Partai Golkar se-NTT tersebut berlangsung di Mellenium Ball Room, Kupang. Hadir pada kesempatan ini Dewan Pengurus Pusat (DPP) sekaligus Ketua koordinator bidang Pemenangan Pemilu (PP) Indonesia Bagian Timur, Melcjias Markus Mekeng, wakil sekjend korbid PP, Herman Hayong, Ketua DPD I NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, serta seluruh fungsionaris DPD II tingkat kabupaten se-NTT.

Sesuai rilis yang diterima media ini, Selasa (1/5/18), Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena Dalam sambutannya mengatakan bahwa penyelenggaraan Rakerda dan Orientasi fungsionaris Partai Golkar merupakan amanat organisasi yaitu Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai dengan tujuan mengkonsolidasi semua kader Golkar untuk kontekstasi politik yakni pemilihan Gubernur NTT, legislati dan pemilihan Presiden 2019.

“Partai Golkar, dengan kerja-kerja politik selalu mengedepankan prinsip  gotong-royong dan kerjasama sehingga mesin partai mulai dari tingkat desa, menargetkan kemenangan minimal 60%. Semua fungsionaris DPD  I dan II termasuk bakal caleg, akan menggerakkan semua kekuatan dari tingkat desa demi kemenangan pada pemilihan Gubernur NTT yakni paket Victory-Joss dan 10 Kabupaten,” ungkap Laka Lena.

Sementara Ketua Korbid PP Indonesia Timur, Melchias Markus Mekeng dalam sambutan menegaskan bahwa pelaksanaan rakerda dan orientasi fungsionaris merupakan suatu langkah organisasi di mana akan dilakukan konsolidasi kader partai mulai dari tingkat desa dalam rangka pemenangan pemilihan gubernur NTT,  legislatif dan presiden tahun 2019.

“Yang menjadi focus dan target di depan kita yakni pemenangan pilgub NTT pada 27 juni mendatang,” ujar Mekeng.

Kepada seluruh pengurus DPD I dan  DPD  II se-NTT, Mekeng menegaskan bahwa sebagai kader partai wajib mendukung dan memantapkan diri dengan sepenuh hati.

“Calon Gubernur dari Partai Golkar ini adalah figur yang diharapkan di daerah NTT ini. Kepemimpinan NTT di bawah Victor Bungutilu Laiskodat-Josef Nae Soi (paket Victory-Joss) diyakini memberi harapan. Kedua figur ini jelas memiliki karakter pemimpin, memiliki pengalaman luas dan mempunyai jaringan di pusat. Maka, kepada seluruh kader diharapkan intens melakukan sosialisasi paket Victory-Joss kepada masyarakat,” tegas Mekeng.

 

Cegah Isu Primordial

Menyikapi isu primordial yang cenderung digunakan oleh lawan politik, Mekeng menegaskan agar hal itu harus dihindari oleh seluruh kader, simpatisan dan tim sukses paket Victory-Joss.

“Jangan terprovokasi dengan isu primordial. Ada yang bilang pilih Gubernur harus orang Flores dan Katolik. Di sini kita pilih Gubernur NTT bukan pemimpin Katolik atau Flores. Mari kita tunjukan demokrasi yang mendidik dan beradab kepada masyarakat tanpa menyinggung isu primordial atau SARA,” ujar Mekeng.

Ia menilai, isu primordial atau SARA hanya digunakan oleh lawan politik yang memicu perpecahan hanya karena pilgub NTT.

“Apakah Gubernur NTT beberapa periode sebelumnya sudah meng-Katolikan NTT? Padahal, ajaran agama tidak pernah mengajarkan hal seperti itu dengan membeda-bedakan agama, suku, ras atau latar belakang calon pemimpin yang justru sangat diharapkan membawa perubahan dan kemajuan untuk masayarakat NTT,” nilainya.

Ia menandaskan bahwa dengan perubahan proses politik yang begitu pesat seiring dengan kemajuan demokrasi dan perubahan peta politik baik di tingkat lokal maupun Nasional, membuat semua calon pemimpin tertantang untuk tidak berdiam diri dan merasa puas dengan apa yang dimiliki sekarang.

“Semua orang dituntut untuk lebih berpacu dalam merumuskan langkah-langkah konkrit dan strategis guna melahirkan ide dan gagasan baru yang akan dijadikan rencana kerja yang disertai dengan tindakan nyata guna pencapaian suatu harapan bahwa Partai Golkar harus menang di NTT. Ini juga sekaligus menjadi tantangan terutama tanggung jawab kita bersama untuk menyukseskan pesta demokrasi, memenangkan Pilgub NTT, Pileg dan Pilpres dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi dan pemilu,” tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar