Breaking News

OPINI Dari COVID-19 Menuju COVICH-20 06 Apr 2020 23:40

Article image
Oleh: P. Dr. Philipus Tule, SVD*
Maka, pada Malam Paskah tahun 2020 ini pun, kita yakin dalam iman bahwa Corona Virus Desease (COVID-19) telah beralih menjadi Mahkota Kemenangan Kristus-- Corona Victoria Christi (COVICH-20).

Oleh P. Dr. Philipus Tule, SVD*

Di tengah pandemi atau wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), umat Kristiani sejagat tengah merayakan Pekan Suci dan Pesta Paskah.

Kita semua tentu akan berdoa dan mengikuti berbagai acara liturgi (misa dan ibadat) tanpa Imam atau Pendeta dalam karantina mandiri di rumah dan kediaman kita masing-masing.

Dalam suasana menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan sesama, sesungguhnya pada waktu itu kita pasti menjadi lebih dekat, lebih akrab dan menyatu serta mengalami Allah di rumah, dalam Hati kita masing-masing.

Kita semakin memupuk kepedulian sosial dan kesatuan rohani spiritual dengan Tuhan (social and spiritual connectivity).

Tanpa terasa, segenap umat Kristiani telah memasuki Pekan Suci dengan Malam PASKAH yang penuh makna. Malam di mana setiap komunitas Kristiani merayakan liturgi yang didominasi oleh Air dan Terang. Itulah simbol-simbol spiritual yang mengarahkan kita untuk beralih dari penjajahan dosa, beralih dari kecemasan, ketakutan, ketidakpastian mencari solusi atas wabah COVID-19 ini.

Kita harus dan pasti beralih dari Gelap menuju Terang, seperti ditulis R. A Kartini: "Habis Gelap Terbitlah Terang" (1922).

Pada Malam Paskah, umat Kristiani merayakan kemenangan KRISTUS yang sesungguhnya atas Sengsara, Derita, Kegelapan Dosa, dan Maut. Dan dalam terang iman akan kemahakuasaan-Nya, kita merayakan kemenangan-Nya atas wabah COVID-19 ini.

Maka, pada Malam Paskah tahun 2020 ini pun, kita yakin dalam iman bahwa Corona Virus Disease (COVID-19) telah beralih menjadi Mahkota Kemenangan Kristus-- Corona Victoria Christi (COVICH-20).

Dimensi Kepahlawanan Allah

Malam Paskah pun ditandai dan didominasi oleh liturgi Baptis dan lilin Paskah. Meski sudah sepekan umat Kristiani larut dalam Kisah Sengsara, sekarang mereka perlu mengagungkan dimensi kepahlawanan Allah yang menyelamatkan dalam Perjanjian Lama, sebagaimana terungkap dalam Kisah Penciptaan alam semesta sebagai yang sempurna dan baik (Kej.1,10; 12; 21; 25; 31).

“Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik”;  kepahlawanan lewat kuasa-Nya yang menyelamatkan umat Israel dari cengkeraman Faraoh dan hempasan gelombang Laut Merah (Kel.14,15-15,1); kepahlawanan Allah yang menjadikan manusia sebagai Wakil Allah dan ditempatkan di Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu (Kej.2,15).

Juga seperti diamanatkan Nabi Yesaya yang mengajak umat sezamannya agar “turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan: agar orang fasik meninggalkan jalannya, orang jahat meninggalkan rancangannya” (Yes. 55, 1-11).

Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus yang berhadapan dengan jemaat di Roma yang hidup dalam dosa, tetapi diajaknya untuk Bangkit bersama Kristus dan memulai hidup baru” (Rom. 6, 3-4).

Itulah dimensi kepahlawanan manusia PASKAH yang telah dibaptis agar menjalani peralihan (transisi) dari pola hidup yang lama ke pola hidup yang baru, untuk berpartisipasi bersama Yesus dalam kubur. Tetapi, dengan air Baptis, kita ikut bangkit bersama Dia. Dengan demikian, bersama Kristus kita menjadi Pahlawan, orang yang heroik dan berani menjaga kesejatian iman untuk mengalahkan dosa.

Dalam konteks kita sekarang ini, hendaknya kita menjadi orang yang berani dan heroik mengalahkan atau mengatasi wabah COVID-19 ini. Itulah pola hidup spiritual dan mentalitas yang harus kita timba dari Terang Kristus, Penebus dan Pembebas kita.

Bagi orang yang sungguh mengikuti liturgi Malam Paskah, Lilin atau Terang Paskah di tangan melambangkan perjumpaannya dengan Terang KRISTUS yang bangkit.

Keyakinan iman itu hendaknya membawa perubahan sikap hidupnya menjadi radikal seperti para tokoh dalam Injil. Maria Magdalena yang menangis, menjadi pewarta gembira. Petrus yang penyangkal, menjadi pemberani. Para rasul yang penakut, mempertaruhkan nyawa demi iman. Thomas yang bimbang, jadi mantap imannya. Semua keteguhan hati mereka itu adalah pahala dari pengalaman hidup dan pengalaman batin bersama Yesus yang bangkit; yang tumbuh di atas pengalaman kubur kosong (bdk. Luk.24, 1-12).

Oleh karena itu, semua insan yang merayakan Malam Paskah, harus bangkit dan keluar dari kubur pola pikir dan cara hidup yang lama dan sesat! Bangkit dan keluar dari kubur dosa dan kesalahan yang meracuni hati! Bangkit dan keluar dari kepanikan, kecemasan, ketakutan akan COVID-19 ini.

Masukilah hidup baru (pertobatan) yang dikuasai oleh ROH Allah. Taburkan benih kegembiraan Paskah sambil bernyanyi ALLELUYA dengan MAHKOTA hidup baru dalam kesejatian iman. Kristus bangkit! Habis Gelap Terbitlah Terang!

Mari kita beralih dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)  menuju Corona Victoria Christi 2020 (COVICH-20); Mahkota Kemenangan KRISTUS!

Tuhan Memberkati kita semua. ALLELUYA!


* Penulis adalah Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, NTT

Komentar