Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

ARSITEKTUR Gedung Pencakar Langit Bertenaga Surya Pertama Akan Hadir di Melbourne 09 Sep 2016 14:01

Article image
Gedung Pencakar Langit Bertenaga Surya Pertama di Australia. (Foto: Ist)
Menara apartemen setinggi 60 lantai di Melbourne ini dirancang oleh Peddle Thorp Architects.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Australia meluncurkan rencana pembangunan gedung pencakar langit bertenaga surya pertama baru-baru ini. Menara apartemen setinggi 60 lantai di Melbourne ini dirancang oleh Peddle Thorp Architects.

Pencakar langit ini akan menampilkan fasad kaca berlapis ganda yang dibungkus lebih dari panel surya seluas 32.000 kaki persegi (3.000 meter persegi), dengan tambahan 3.200 kaki persegi (300 meter persegi) di atap.

"Tujuannya adalah untuk memiliki bangunan sistem pembangkit listrik mengandalkan matahari yang lengkap," kata Peter Brook, direktur desain di Peddle Thorp, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip kompas.com, Kamis (8/9/2016).

Mungkin ini agak ambisius, tambah dia, tetapi tujuannya adalah untuk mendapatkan semaksimal mungkin yang bisa dilakukan.

Seperti yang dilaporkan Sydney Morning Herald, bangunan tinggi dengan bentuk melengkung akan memungkinkan panel berteknologi tinggi untuk mengambil keuntungan penuh dari sinar matahari, mulai dari terbit sampai terbenam.

Dijuluki Sol Invictus Tower, menara ini juga mencakup turbin angin di atap, pencahayaan LED rendah energi, dan sistem baterai penyimpanan.

Dengan semua energi yang berkumpul, diharapkan dapat memberikan lebih dari 50 persen dari beban listrik dasar bangunan.

Pencakar langit tersebut menjadi refleksi kemajuan praktek arsitektur yang semakin populer untuk mengintegrasikan fungsi dan tenaga surya ke dalam desain dari bangunan itu sendiri.

Perusahaan seperti SolarCity berbasis California yang mengaburkan antara bahan bangunan dan sumber energi, juga turut memungkinkan bangunan masa depan untuk lebih berkelanjutan.

--- Sandy Romualdus

Komentar