Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

TALENTA Lebih Dekat dengan Karina Nadila, Puteri Indonesia Pariwisata 2017 01 Apr 2017 13:48

Article image
Karina Nadila, Puteri Indonesia Pariwisata 2017. (Foto: Ist)
"Saya selalu berusaha untuk mempersiapkan diri untuk menjadi ‘the best version of myself each and every day. Because I believe that preparing yourself to be a beauty queen, is like doing never ending improvement for yourself...”

'BOLD, determined and independent woman' adalah hal yang menggambarkan seorang Karina Nadila Niab, pemegang gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2017. Nina, demikian dia disapa, dibesarkan di lingkungan keluarga yang mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak ada yang mudah.

Puteri kelahiran Jakarta, 21 Agustus 1992, itu bermimpi menjadi seorang beauty queen sejak Miss Universe 2003 Amelia Vega dinobatkan. Secara pribadi Nina melihat bahwa menjadi seorang beauty queen bukan hanya merupakan ‘a phase of life’ atau hanya satu tahun selama masa jabatan. Sebab, “being a beauty queen is for a life time,” tegas Nina, seperti dilansir portal indonesianpageants.com.

Bagi Nina, walaupun masa jabatan kurang lebih hanya setahun, tetapi pelajaran, advokasi, dan dedikasi sebagai seorang beauty queen dapat diaplikasikan dan dilakukan seumur hidup dengan terus mendedikasikan diri dan menginspirasi masyarakat.

Kini, mimpinya menjadi seorang beauty queen mulai terwujud, kendati ‘diganggu’ oleh insiden yang tidak mengenakkan. Sejatinya, gadis 24 tahun ini berpeluang meraih gelar Puteri Indonesia 2017 jika tidak terjadi "insiden salah nama" pada Grand Final Puteri Indonesia 2017 yang berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (31/3/2017).

Awal kejadian, Nina yang tampil mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT), masuk tiga besar finalis bersama wakil dari DKI Jakarta, Bunga Jelitha Ibrani, dan wakil Jawa Barat, Kevin Liliana. MC Choky Sitohang telah membacakan runner up kedua yang jatuh pada Bunga Jelita Ibrani, perwakilan DKI 5.

Celakanya, ketika Kevin Liliana dan Karina Nadila dengan mata berbinar menanti untuk dibacakan siapa di antara keduanya yang akan keluar sebagai Puteri Indonesia 2017, Choky mendadak meminta maaf. Ia kemudian meminta tiga besar finalis untuk kembali ke atas panggung.

Choky pun menjelaskan bahwa ia membacakan pemenang sesuai dengan amplop yang diterima. Namun setelah runner up kedua dibacakan, sekretaris juri memberikan kertas baru dengan daftar pemenang yang baru.

Setelah tiga finalis berkumpul di depan panggung Choky Sitohang, nama Karina Nadila 'dikeluarkan' sebagai runner up kedua. Kevin Liliana dan Bunga Jelita Ibrani pun saling menghadap menanti pengumuman siapa yang menjadi Puteri Indonesia 2017 secara dramatis. Mahkota pun disematkan pada Bunga Jelita Ibrani oleh Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw.

Memang, raut wajah Nina sempat bingung dengan aksi salah sebut itu. Namun alumna Sarjana Ekonomi Akuntansi di Indonesia Banking School (IBI), Kemang, Jakarta Selatan, itu terlihat tetap tegar setelah posisinya tersingkir dari dua besar. Nina berusaha tetap tenang menerima keputusan ‘dadakan’ dari para juri itu. Raihan runner up kedua memastikan dirinya sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2017.

Tetap Bermimpi

Dengan menyandang Puteri Indonesia Pariwisata 2017, Nina berhasil meraih mimpi terbesarnya, yakni menjadi seorang beauty queen, kendati secara khusus tidak berhasil meraih mahkota Puteri Indonesia 2017. Harapan Nina menjadi Miss Universe pertama dari Indonesia pun sirna. Namun Nina berpeluang mengikuti kontes global seperti Miss International, Miss Tourism International, Miss Asia Pacific World, dan Miss Supranational. Apalagi momen tersebut juga telah disiapkan Nina sejak lama.

“Saya selalu berusaha untuk mempersiapkan diri untuk menjadi the best version of myself each and every day. Belajar dari semua pengalaman dan semua orang. Because I believe that preparing yourself to be a beauty queen is like doing never ending improvement for yourself,” ungkap gadis pencinta transportasi umum ini.

Langkah gadis dengan tinggi badan 170 cm ini meraih mimpi menjadi seorang beauty queen telah disiapkan sudah sejak lama. Dengan prinsip ‘bold, determined and independent woman’, Nina telah menunjukan kerja kerasnya sejak umur 15 tahun, termasuk ketika dirinya terjun ke dunia perfilman Tanah Air.

Sejumlah prestasi pun berhasil diraihnya, setidaknya yang dapat dirasa sebagai prestasi yang terbaik, baik di kancah perfilman maupun di bangku kuliah, di antaranya Pemeran Utama Wanita Terpilih Piala Maya 2014; Best in Presentation Bank Indonesia Kantor Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Internship Program 2012; SEAMEO student exchange; Panasonic Gobel Awards in FTV “Apa Salah dan Dosaku, Bu?”; dan 82 SHS representative for Green Peace Intl. Org.

Ada sisi lain yang perlu diketahui pula dari seorang Nina. Kendati lahir dan besar di kota Jakarta, dirinya mengaku tidak lupa dengan kampung halaman. Bahkan Nina pun dengan begitu antusias menjelaskan bahwa sebagai provinsi kepulaua NTT memiliki makanan khas daerah masing-masing di setiap kabupatennya. Makanan khas NTT layak untuk dicicipi oleh semua masyarakat Indonesia. Dengan keindahan alam yang menakjubkan, NTT merupakan destinasi pariwisata yang amat layak dikunjungi.

“Tapi kalau saya boleh menyarankan, dengan uang 100 ribu, Anda harus mencicipi Ayam Kodi dan Roolua khas Sumba Barat Daya. Akan tetapi kalau di Kupang, 100 ribu juga bisa membeli oleh-oleh terlezat, yakni daging se’i sapi setengah kilogram,” pungkas Nina penuh tawa.

 

--- Sandy Romualdus

Komentar