REGIONAL Dari Diskusi Menuju Perlawanan: GPMEJ Gagas Konsolidasi Akbar Organisasi Daerah NTT Se-Jabodetabek Tolak Geotermal di Flores 30 Oct 2026 20:28
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Ende Jakarta (GPMEJ) mendorong agar diskusi mengenai Sumpah Pemuda dan perjuangan rakyat Flores menolak geotermal tidak berhenti sebagai pertukaran gagasan, tetapi menjadi titik awal penguatan gerakan pemuda dan mahasiswa dalam membela ruang hidup masyarakat Flores.
Diskusi bertema “Sumpah Pemuda dan Perjuangan Rakyat Flores Menolak Geotermal: Apa Peran Pemuda dan Mahasiswa?” menjadi ruang refleksi untuk membicarakan tanggung jawab generasi muda dalam merespons rencana pengembangan panas bumi yang menuai penolakan di sejumlah wilayah Flores.
Bagi GPMEJ, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diperingati melalui seremoni dan slogan persatuan. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui keberanian berpikir kritis, membangun solidaritas, dan mengambil sikap terhadap persoalan yang menyangkut keberlanjutan ruang hidup masyarakat.
Persoalan geotermal di Flores tidak semata-mata berkaitan dengan pilihan teknologi energi. Perdebatan ini juga menyangkut perlindungan lingkungan, keselamatan masyarakat, partisipasi warga, serta hak masyarakat untuk menentukan masa depan wilayahnya sendiri. Karena itu, setiap rencana pembangunan harus membuka ruang dialog yang bermakna dan tidak mengabaikan suara masyarakat terdampak.
Ketua Umum GPMEJ, Yoseph R. Mbasa, menempatkan penguatan persatuan pemuda dan mahasiswa sebagai salah satu langkah penting untuk memperluas solidaritas terhadap perjuangan masyarakat Flores. Organisasi daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jabodetabek dinilai memiliki ruang untuk membangun komunikasi dan merumuskan langkah bersama.
Sebagai tindak lanjut, GPMEJ menggagas konsolidasi akbar organisasi daerah NTT se-Jabodetabek untuk membahas sikap dan strategi bersama dalam merespons persoalan geotermal di Flores. Gagasan ini perlu dibicarakan lebih lanjut dengan berbagai organisasi agar konsolidasi dibangun atas kesepahaman, bukan sekadar formalitas atau klaim sepihak.
GPMEJ menegaskan bahwa gerakan yang kuat tidak lahir hanya dari kerasnya pernyataan, tetapi dari kemampuan membangun organisasi, menyatukan pandangan, dan menjaga keberlanjutan perjuangan. Diskusi harus menjadi pintu masuk bagi kerja-kerja kolektif yang terarah dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dari diskusi menuju pengorganisasian, dari solidaritas menuju gerakan bersama. GPMEJ mendorong pemuda dan mahasiswa NTT untuk menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa persatuan harus hadir dalam perjuangan nyata membela ruang hidup rakyat Flores.*
--- Hendrik Penu
Komentar