Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

YUDI LATIF Yudi Latif: Jadikan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa 03 Feb 2018 01:40

Article image
Ketua Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latif (Foto: Ist)
“Bangsa Indonesia boleh berbangga karena meski pun memiliki keberagaman dan kemajemukan namun Pancasila tetap menjadi dasar dan tonggak pemersatu. Itu modal terpenting yang bisa dibanggakan dari Indonesia. Segala kemajemukan di dunia, miniaturnya ada di

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- “Pancasila merupakan roh pemersatu bangsa Indonesia di tengah kebhinekaan suku, budaya, agama, bahasa dan adat-istiadat serta keanekaragaman daerah di seluruh pelosok nusantara. Dengan demikian, apa pun agamanya, sukunya, budayanya, daerahnya, bahasa dan adat istiadatnya, Pancasila harus dijadikan pemersatu semua warga bangsa.”

Demikian dikemukakan Ketua Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latif pada kegiatan Pertemuan Kebangsaan yang digagas Perkumpulan Pembangunan Karakter dan Kebangsaan atau Nation and Character Building Institute (NCBI) di Jakarta, sesuai rilis yang diterima media ini, Jumat (2/2/18).

Menurut Yudi, Pancasila ibarat bilangan penyebut dalam sebuah hitungan pembagian Matematika, yaitu seberapa banyak pun perbedaan yang ada di bumi Indonesia, maka bilangan penyebutnya adalah Pancasila.

“Ibarat dalam suatu perhitungan pembagian, berapa pun bilangan pembaginya, untuk tetap menjaga, merawat dan mempertahankan kebhinekaan yang ada di bangsa kita, Pancasila harus menjadi penyebut untuk menjadi pemersatu. Dengan pengertian, apa pun agama, suku, bahasa, budaya dan segala macam perbedaan yang ada, Pancasila tetap menjadi tumpuan, fondasi, dasar dan tujuan bangsa Indonesia,” kata Yudi.

Ia menerangkan bahwa tujuan mendalilkan Pancasila sebagai dasar tumpuan hidup bangsa yaitu ingin melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mewujudkan kesejahteraan hidup masyarakat, ikut melaksanakan ketertiban dunia, mewujudkan perdamaian dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

“Bangsa Indonesia boleh berbangga karena meski pun memiliki keberagaman dan kemajemukan namun Pancasila tetap menjadi dasar dan tonggak pemersatu. Itu modal terpenting yang bisa dibanggakan dari Indonesia. Segala kemajemukan di dunia, miniaturnya ada di Indonesia. Maka penghayatan dan pengamalan Pancasila tidak dapat dipahami tanpa adanya kebhinekaan dan kemajemukan. Karena itulah, Pancasila menjadi pemersatu bangsa yang tidak tergantikan oleh rumusan dan falsafah apa pun,” kata Yudi.

Menyinggung momentum politik menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Yudi mengatakan bahwa tentu ada beragam perbedaan dalam politik baik pandangan, pilihan maupun kepentingan. Namun Ia menilai, demokrasi sesungguhnya harus tetap bercermin dan berpijak pada Pancasila.

“Politik hanya menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan nilai-nilai luhur yang telah terkandung dalam Pancasila. Pemimpin tidak hanya menjadikan politik sebagai alat untuk merebut kekuasaan, melainkan terutama bagaimana merawat kebhinekaan dan keanekaragaman, mencegah konflik sosial di tengah situasi dan pergolakan politik, serta menjamin terwujudnya politik yang demokratis tanpa mempersoalkan latar belakang perbedaan dan kemajemukan yang sudah menjadi kodrat bangsa Indonesia. Diharapkan, momentum politik baik di tingkat daerah maupun nasional, tetap menjadikan Pancasila sebagai roh pemersatu bangsa demi terwujudnya Indonesia sebagai rumah bersama bagi segenap warga Negara Indonesia,” harapnya.

--- Yudi Latif

Komentar