GAYA HIDUP Durasi Penggunaan Gadget pada Anak yang Disarankan Ilmu Kesehatan 28 Oct 2024 09:05
Durasi penggunaan gadget pada anak berusia 2–5 tahun yang dianjurkan adalah selama 1 jam per hari.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Gadget merupakan salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk media belajar bagi anak.
Namun, penggunaan gadget pada anak ini tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan perilaku, masalah mata, hingga obesitas. Lantas, berapa lama durasi penggunaan gadget pada anak yang disarankan?
Secara umum, batas durasi penggunaan gadget pada anak yang disarankan adalah tidak lebih dari 2 jam per hari. Dengan durasi tersebut, anak dapat memanfaatkan gadget secara optimal serta terhindar dari berbagai efek samping yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
Durasi yang disarankan
Pada dasarnya, durasi penggunaan gadget pada anak dapat disesuaikan berdasarkan kelompok usianya. Namun, secara umum, durasi pemakaian gadget pada anak yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
Anak berusia di bawah 2 tahun dianjurkan untuk tidak diberikan akses gadget sama sekali. Namun, jika benar-benar diperlukan, ada baiknya untuk memberikan akses gadget pada anak setelah berusia di atas 1,5 tahun dengan pemakaian tidak lebih dari 1 jam per hari dan perlu didampingi oleh orang tua.
Durasi penggunaan gadget pada anak berusia 2–5 tahun yang dianjurkan adalah selama 1 jam per hari.
Selama si kecil menggunakan gadget, orang tua perlu memilih aplikasi dan program-program yang berkualitas serta aman untuk anak.
Durasi penggunaan gadget pada anak berusia di atas 6 tahun yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 2 jam per hari.
Dampak pada Anak
Penggunaan gadget secara berlebihan berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada anak, baik secara fisik maupun mental.
Adapun sejumlah dampak penggunaan gadget yang berlebihan pada anak adalah sebagai berikut seperti dilansir 29 Agustus 2024:
1. Gangguan Perkembangan Kognitif
Dampak penggunaan gadget pada anak usia dini yang pertama adalah gangguan perkembangan kognitif.
Penggunaan gadget berlebihan diketahui dapat menyebabkan kecanduan gadget sehingga berisiko memengaruhi kemampuan anak untuk fokus, berkomunikasi, membangun kosakata, ataupun memahami tingkah laku secara umum.
Pasalnya, stimulus yang diberikan oleh fitur-fitur dan tontonan dari gadget sering kali berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan anak.
Selain itu, penggunaan gadget secara berlebihan juga dianggap sebagai salah satu faktor utama terjadinya keterlambatan berbicara (speech delay), terutama pada anak berusia di bawah 3 tahun.
2. Gangguan Perilaku
Pemakaian gadget pada anak yang berlebihan diketahui berisiko menyebabkan gangguan perilaku, seperti gangguan emosi, kesulitan menenangkan diri, dan enggan untuk mendengarkan perkataan orang tua.
Kecanduan gadget juga membuat anak jarang berinteraksi dengan teman-temannya sehingga kerap menyebabkan mereka kesulitan untuk memahami situasi, sulit berbagi, dan sulit berempati.
Bahkan, anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget memiliki risiko lebih tinggi mengalami attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
3. Memicu Obesitas
Selama menggunakan gadget, anak cenderung lebih jarang bergerak atau melakukan aktivitas fisik. Jika berlangsung dalam waktu yang lama, hal tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.
Selain obesitas, kurang bergerak karena kecanduan gadget dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga membuat si kecil rentan terserang penyakit.
4. Gangguan Mata
Salah satu dampak penggunaan gadget berlebihan pada anak yang umum terjadi adalah gangguan mata, seperti mata lelah, mata kering (dry eye syndrome), hingga rabun jauh (miopi).
Hal ini dapat terjadi karena paparan sinar biru (blue light) dari layar gadget cenderung membuat anak lebih jarang mengedipkan matanya.
Selain itu, kebiasaan bermain gadget secara berlebihan juga berisiko menyebabkan anak mengalami carpal tunnel syndrome karena sering melakukan aktivitas fisik berulang (repetitif), seperti menekan tombol pada gadget dengan posisi jari-jari yang tidak berubah.***
--- Simon Leya
Komentar