Breaking News

FILM 'Obsession': Horror Modern yang Merombak Formula Horor Klasik 03 Jul 2026 19:48

Article image
Di bawah arahan sutradara Curry Barker, film ini mengeksploitasi teror psikologis dari hubungan romantis yang disfungsional menjadi sebuah mimpi buruk yang brutal

JAKARTA IndonesiaSatu.co – Mendapatkan apa yang diinginkan sering kali tidak berakhir baik dalam kehidupan nyata. Namun, situasi tersebut dipastikan akan berakhir jauh lebih buruk dalam sebuah film horor, sebagaimana yang ditunjukkan secara gamblang melalui karya terbaru sutradara sekaligus penulis skenario Curry Barker yang berjudul Obsession.

Mengangkat tema klasik yang sudah sangat familier, Obsession berhasil menyajikannya kembali secara segar dan orisinal melalui perpaduan yang digarap apik antara rasa cemas (dread), efek kejut (jump scares), serta komedi gelap (dark comedy). Film ini menjadi pembuktian besar bagi sang sutradara yang sebelumnya mulai dikenal melalui sketsa komedi YouTube bersama Cooper Tomlinson serta film horor beranggaran sangat rendah (low-budget), Milk & Serial.

Sinopsis dan Dinamika Karakter: Terjebak di Zona Pertemanan

Alur cerita berpusat pada kehidupan dua karakter utama:

  • Bear (diperankan oleh Michael Johnston): Seorang karyawan canggung di sebuah toko alat musik yang memendam rasa cinta yang sangat putus asa dan mendalam kepada rekan kerjanya.
  • Nikki (diperankan oleh Inde Navarrette): Rekan kerja yang menjadi target pelampiasan penderitaan romantis Bear.

Penderitaan asmara Bear dipantau dengan penuh kekhawatiran oleh dua sahabat mereka, Ian (diperankan oleh Cooper Tomlinson) dan Sarah (diperankan oleh Megan Lawless), di mana Sarah sebenarnya memendam perasaan cinta rahasia kepada Bear sendiri.

Titik Balik Mistik Seharga $6.99 yang Mengubah Segalanya

Konflik dimulai ketika Bear berniat membelikan hadiah untuk Nikki yang baru saja kehilangan kalungnya. Saat mencari hadiah di sebuah toko barang antik yang unik, perhatian tertuju pada sebuah benda bernama "One Wish Willow". Produk pembuat keajaiban seharga $6.99 tersebut menjanjikan satu permohonan yang akan dikabulkan hanya dengan cara mematahkannya menjadi dua bagian. Alih-alih memberikannya kepada Nikki, Bear secara impulsif menggunakan benda tersebut untuk dirinya sendiri.

  • Isi Permohonan: Bear meminta agar Nikki mencintainya lebih dari siapa pun di dunia ini.

Permohonan tersebut terbukti bekerja secara instan. Karakter Nikki langsung mengalami transformasi kepribadian yang drastis. Pada fase awal, Bear sangat menikmati curahan kasih sayang yang penuh gairah dari Nikki. Namun, layaknya hubungan baru yang tidak sehat, sisi gelap yang sangat ekstrem mulai muncul. Nikki menunjukkan tingkat keposesifan luar biasa yang sangat agresif dan berbahaya, bahkan berpotensi memicu ketakutan massal bagi para pencinta kucing—mirip dengan efek yang diberikan film klasik Fatal Attraction terhadap hewan peliharaan kelinci.

Ekstremitas Disfungsi Hubungan dan Kekuatan Akting

Daya pikat sekaligus elemen paling mengganggu dari Obsession terletak pada keberhasilannya mengambil aspek-aspek tipikal dari hubungan romantis yang beracun (toxic relationship) untuk kemudian ditarik ke dalam titik ekstrem yang komikal sekaligus mengerikan. Kompleksitas cerita semakin terjaga karena Bear tidak diposisikan sebagai korban yang sepenuhnya suci, melainkan sosok yang ikut bersalah karena sempat menikmati kasih sayang buatan tersebut sebelum situasi berkembang menjadi tidak terkendali.

Apresiasi besar patut diberikan kepada para pemeran utama:

  • Michael Johnston: Menampilkan performa yang sangat berani dengan bersedia membuat karakternya terlihat menyedihkan dan patetis di layar, tanpa berusaha terlalu keras untuk terlihat disukai oleh penonton.
  • Inde Navarrette: Menjadi ruh utama yang menggerakkan intensitas film. Navarrette memberikan penampilan memukau sebagai Nikki yang berada di bawah pengaruh mantra. Karakter ini mampu memicu mimpi buruk melalui intensitas terornya, sekaligus membangkitkan rasa iba saat kepribadian aslinya sesekali kembali dalam kondisi kebingungan yang tidak berdaya.

Meskipun memiliki durasi yang agak terlalu panjang (110 menit) di beberapa bagian transisi, Obsession memiliki lebih dari cukup momen mengejutkan, termasuk satu serangan kekerasan brutal mendadak yang muncul tanpa peringatan dan mampu membuat penonton terenyak. Mengingat sutradara Curry Barker baru saja diumumkan akan memimpin proyek reboot film legendaris The Texas Chainsaw Massacre, keberhasilan Obsession ini mengubah rasa cemas publik menjadi sebuah harapan besar bagi masa depan waralaba horor tersebut.

--- Stella Josephine

Komentar