FILM Ulasan 'The Odyssey': Film Baru Christopher Nolan Jadi Ajang 22 Jul 2026 18:22
Mengadaptasi kisah epik klasik Homer, film terbaru Christopher Nolan bertajuk 'The Odyssey' tampil memukau dan emosional meski diwarnai beberapa elemen yang tidak rata
JAKARTA IndonesiaSatu.co – Baik para pengagum maupun kritikus dari penulis sekaligus sutradara Christopher Nolan kerap mencatat obsesinya yang telah lama melekat pada karakter istri yang telah tiada. Dalam film-film seperti Memento, The Prestige, dan Inception, para protagonis pria digerakkan oleh kenangan akan mendiang pasangan mereka menuju tindakan yang sembrono, penuh delusi, hingga penuh dendam.
Salah satu kebaruan yang menyegarkan dari film terbaru Nolan, 'The Odyssey', adalah bahwa istri dalam kisah ini masih hidup dan sehat: ia adalah Penelope, ratu Ithaca yang diperankan oleh Anne Hathaway. Sementara suaminya, Odysseus yang diperankan oleh Matt Damon, menghabiskan waktu satu dekade berusaha untuk pulang ke pelukannya usai Perang Troya.
Nolan, yang bekerja dari terjemahan puisi epik karya Homer—termasuk versi terkenal Emily Wilson tahun 2017—menyajikan kisah ini dengan cara yang tak terduga lugas. Penelope dan putra mereka, Telemachus—yang diperankan oleh Tom Holland—berpegang pada harapan bahwa Odysseus akan kembali. Di sisi lain, para pelamar kasar telah mengambil alih istana, bersaing untuk mendapatkan tangan Penelope untuk menikah lagi. Robert Pattinson memerankan pelamar yang paling licik dari kelompok tersebut, yang meyakinkan Penelope bahwa Odysseus tidak akan pernah kembali.
Sentuhan Realisme di Tengah Fantasi Kuno
Namun, Odysseus nyatanya masih hidup di sebuah pulau terpencil. Ingatannya telah disihir oleh nimfa Kalipso—yang diperankan oleh Charlize Theron—dan kisah perjalanannya yang panjang terungkap dalam rangkaian kilas balik (flashback).
Linimasa yang bercampur aduk ini sangat cocok dengan kecintaan Nolan pada alur non-linear. Unsur-unsur supernatural dibuat lebih membumi: ketika penyihir pulau Circe mengubah anak buah Odysseus menjadi babi, sihir tersebut ditampilkan dengan realisme yang rendah hati namun intens, didukung oleh penampilan Samantha Morton sebagai Circe. Dan ketika para pria tersebut berhasil mengecoh seekor raksasa Kiklops di sarangnya, Nolan memangkas hampir semua dialog dan menyajikan adegan film monster murni yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
Dari segi visual, Nolan jelas mendorong batas kemampuannya. Film ini diambil sepenuhnya menggunakan kamera 70mm IMAX, dan gambar kapal-kapal Odysseus di lautan tampak sangat megah. Ada keintiman yang ganas pada adegan-adegan aksinya, yang sebagian besar berlangsung dalam kegelapan total dan diiringi oleh musik gubahan Ludwig Göransson yang memacu jantung. Nolan juga dengan cemerlang menciptakan kembali tipu daya Kuda Troya yang terkenal dalam dua set-piece yang mencengangkan, berujung pada kehancuran total kota Troya.
Penampilan Emosional dan Jajaran Pemeran Bertabur Bintang
Saat mengenang kembali peristiwa-peristiwa menghancurkan tersebut, Odysseus dibanjiri oleh rasa penyesalan, yang berhasil disampaikan secara penuh oleh Matt Damon melalui penampilan yang tenang dan apa adanya, menjadikannya salah satu karya terbaik sang aktor. Nolan memperlakukan kejatuhan Troya sebagai sebuah tragedi epik, sebanding dengan awal mula perang nuklir dalam Oppenheimer.
‘The Odyssey’ terasa menegangkan namun tidak merata, meskipun film ini berjalan dengan cukup cepat mengingat banyaknya muatan cerita di dalamnya. Terdapat penampilan yang memukau dari Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya yang menantang, Himesh Patel sebagai orang kedua Odysseus, serta John Leguizamo yang sangat menyentuh sebagai seorang penggembala babi Ithaca.
Menjelang babak akhir, film ini berjalan dengan kesederhanaan dan ketulusan klasik. Matt Damon, Anne Hathaway, dan Tom Holland tampil sangat meyakinkan sebagai keluarga yang hancur dan akhirnya disatukan kembali. Anda akan menyadari mengapa Nolan ingin membuat film ini, dan mengapa karya ini terasa seperti sebuah prisma yang membuat film-film terdahulunya dapat dipahami lebih dalam. Bagi Nolan, tidak kalah dari Odysseus, ‘The Odyssey’ terasa seperti sebuah kepulangan.
--- Stella Josephine
Komentar