Breaking News

BERITA Gubernur Melki Resmi Lantik Fransiskus Sales Sodo jadi Sekda NTT 29 Aug 2026 11:31

Article image
Gubernur NTT Melki Laka Lena secara resmi melantik Sekda NTT, Fransiskus Sales Sodo. (Foto: Dok. Ist)
"Jaga amanah. Jaga integritas. Bangun kekompakan. Layani rakyat dan langsung bekerja, karena rakyat NTT menunggu kita,” pungkas Gubernur.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi melantik Fransiskus Sales Sodo sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jumat (28/8/2026) petang.

Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 96/TPA tanggal 21 Agustus 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Prosesi diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pengangkatan Fransiskus Sales Sodo sebagai Sekda Provinsi NTT oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT.

Setelah pembacaan Keputusan tersebut, Gubernur NTT kemudian mengambil sumpah jabatan dan melantik Frans Sodo sebagai Sekda definitif Provinsi NTT.

"Saya Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan resmi melantik Saudara Dr. Fransiskus Sales Sodo, golongan ruang Pembina Utama Madya IV/d, yang dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia diangkat dalam jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Gubernur Melki saat melantik Frans Sodo.

"Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Kiranya Tuhan bersama kita," lanjutnya.

Penggerak Koordinasi

Mengawali sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh tamu undangan mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi di Pulau Flores.

Gubernur Melki mengatakan, di tengah suasana duka akibat bencana, pemerintahan tetap harus berjalan dan agenda pembangunan NTT tidak boleh berhenti. Karena itu, Ia menekankan bahwa pelantikan Sekda memiliki arti strategis dalam memastikan koordinasi pemerintahan berjalan efektif.

“Di tengah suasana duka, hari ini kita melantik Sekretaris Daerah Provinsi NTT. Pelantikan hari ini memiliki arti yang sangat penting. Hari ini kita sedang memastikan mesin Pemerintahan Provinsi NTT memiliki penggerak koordinasi yang definitif. Sekretaris daerah bukan hanya pejabat yang mengurusi administrasi pemerintahan, namun terutama menjadi koordinator utama birokrasi,” tegasnya.

Gubernur kemudian menitipkan sejumlah pesan kepada Sekda yang baru dilantik, terutama untuk dalam membangun birokrasi yang solid, memastikan kebijakan menjadi tindakan nyata, menghadirkan pelayanan yang cepat dan akuntabel, serta menjaga integritas. 

“Saya tidak membutuhkan birokrasi yang hanya pandai membuat dokumen. Saya membutuhkan birokrasi yang mampu menyelesaikan persoalan. Visi dan program pembangunan harus turun menjadi kegiatan nyata, dan kegiatan nyata harus menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Gubernur Melki juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan dana penanganan bencana. Menurutnya, pengawasan harus diperkuat agar seluruh anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Jangan main-main dengan dana bencana. Kalau kita main-main dengan dana bencana, maka itu bisa mendatangkan ‘bencana’. Setiap rupiah harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Gubernur.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk bekerja seadanya. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong birokrasi untuk semakin kreatif, efisien, inovatif, dan bertanggung jawab.

Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak diukur dari banyaknya rapat, surat, atau kegiatan yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan merasakan manfaat pembangunan.

“Ukuran keberhasilan kita adalah apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, apakah kehidupan mereka menjadi lebih baik, dan apakah pembangunan benar-benar memberikan manfaat? Itulah ukuran keberhasilan pemerintahan,” ungkapnya.

Di tengah penanganan dampak gempa Flores, Gubernur menegaskan agenda pembangunan NTT harus tetap berjalan; pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan reformasi birokrasi harus terus diperkuat.

“Saya dan Pak Wakil Gubernur membutuhkan Sekda yang mampu menjadi jembatan antara visi kepemimpinan daerah dengan kerja nyata birokrasi. Kita membutuhkan Sekda yang mampu menyelesaikan masalah, membangun komunikasi, bukan sekat; menggerakkan, bukan menghambat; dan memberikan keteladanan, bukan hanya memberikan instruksi,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Kita mungkin sedang menghadapi badai. Tetapi badai bukan alasan untuk berhenti berlayar. Dalam badai, kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat, koordinasi yang solid, dan keberanian untuk terus bergerak,” katanya.

Gubernur mengutip ungkapan Latin “Per aspera ad astra,” yang berarti melalui kesulitan, kita menuju bintang-bintang.

“NTT hari ini berada di jalan yang terjal. Gempa, keterbatasan fiskal, dan tantangan pembangunan hadir silih berganti. Tetapi saya yakin, dengan kerja keras, integritas, dan kebersamaan, kita akan mencapai kejayaan yang kita cita-citakan,” tandasnya.

Kepada Sekda NTT yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar amanah tersebut segera diwujudkan melalui kerja nyata.

“Jaga amanah. Jaga integritas. Bangun kekompakan. Layani rakyat dan langsung bekerja, karena rakyat NTT menunggu kita,” pungkas Gubernur.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut Ketua TP PKK Provinsi NTT, unsur Forkopimda Provinsi NTT, para Bupati/Wali Kota se-NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Pimpinan Instansi Vertikal, serta pimpinan BUMN dan BUMD Provinsi NTT.

Hadir juga dua Pimpinan DPRD NTT Emilia Julia Nomleni dan Kristin Samiyati Pati, dua mantan Sekda NTT yaitu Fransiskus Salem dan Benediktus Polo Maing.

--- Guche Montero

Komentar