Breaking News

SELEBRITI Raja Harald V dari Norwegia Wafat di Usia 89 Tahun: Sosok Pengubah Monarki Menjadi Modern dan Dekat dengan Rakyat 28 Aug 2026 20:31

Article image
Raja Harald V dari Norwegia tutup usia pada umur 89 tahun akibat anemia hemolitik, meninggalkan warisan monarki modern yang inklusif dan kisah cinta legendaris bersama Ratu Sonja

JAKARTA IndonesiaSatu.co – Raja Harald V dari Norwegia meninggal dunia pada usia 89 tahun akibat komplikasi anemia hemolitik di sebuah rumah sakit di Oslo, didampingi oleh seluruh keluarga kerajaan termasuk Putra Mahkota Haakon dan Putri Mahkota Mette-Marit. Kepergian sang raja terjadi hanya sehari menjelang peringatan ulang tahun pernikahannya yang ke-58 bersama Ratu Sonja, memicu gelombang duka warga yang berkumpul meletakkan bunga di depan istana.

Sepanjang lebih dari tiga dekade bertakhta, kepemimpinan Raja Harald V mencerminkan semboyan kerajaan "Alt for Norge" (Segalanya untuk Norwegia), menjadikannya figur pemersatu bangsa yang dicintai layaknya mendiang Ratu Elizabeth II di Inggris.

Masa Kecil di Tengah Perang dan Pengasingan

  • Kelahiran Bersejarah: Lahir pada 21 Februari 1937, Harald merupakan pangeran keturunan Norwegia pertama yang lahir dalam kurun 567 tahun, sekaligus cicit dari Raja Inggris Edward VII (garis keturunan Ratu Victoria).
  • Pengasingan ke AS: Saat Nazi Jerman menginvasi Norwegia pada 1940, Harald yang baru berusia tiga tahun diungsikan bersama ibu dan saudarinya ke Amerika Serikat guna mencegahnya dijadikan alat propaganda boneka Nazi. Ia tinggal di dekat Washington, D.C. dan disambut hangat oleh Presiden Franklin D. Roosevelt sebelum kembali ke tanah air pada 1945.

Pendidikan Sederhana dan Karier Militer

Sekembalinya ke Norwegia, Harald menempuh pendidikan di sekolah negeri biasa (Smestad Skole) agar tumbuh memahami realitas rakyat. Ia melanjutkan pelatihan perwira militer hingga meraih pangkat jenderal dan laksamana, serta menempuh studi ilmu politik, sejarah, dan ekonomi di Balliol College, Oxford. Ia resmi menjadi Putra Mahkota pada 1957 menyusul penobatan sang ayah, Raja Olav V.

Kisah Cinta 9 Tahun dan Modernisasi Kerajaan

Salah satu tonggak terpenting dalam hidupnya adalah perjuangan menikahi Sonja Haraldsen, seorang wanita kalangan biasa (commoner) putri pedagang kain. Hubungan tersebut sempat menjadi perdebatan kenegaraan dan ditentang karena kekhawatiran merusak masa depan monarki.

Setelah berjuang dan menunggu selama sembilan tahun, Raja Olav V dan parlemen akhirnya merestui pernikahan mereka pada 29 Agustus 1968. Langkah ini menjadi titik balik penting yang mengubah citra monarki Norwegia menjadi lebih modern, terbuka, inklusif, dan membumi.

Berdasarkan garis suksesi, takhta kerajaan Norwegia akan diteruskan oleh putranya, Putra Mahkota Haakon, yang kelak akan dilanjutkan oleh Putri Mahkota Ingrid Alexandra.

--- Stella Josephine

Komentar