FILM Ulasan 'Evil Dead Burn': Seri Terbaru Waralaba Horor Sam Raimi yang Makin Sadis 22 Jul 2026 18:07
Disutradarai oleh Sébastien Vanicek, 'Evil Dead Burn' menyajikan tingkat kejahatan dan pertumpahan darah yang lebih brutal bagi para penggemar horor gore
JAKARTA IndonesiaSatu.co – Waktunya menggali kembali kartu perpustakaan Anda dan membaca ulang salinan Necronomicon Ex-Mortis yang sudah terlipat. Bukan berarti 'Buku Kematian' yang legendaris itu memiliki peran besar dalam 'Evil Dead Burn', film keenam dari seri horor supernatural panjang buatan Sam Raimi yang dimulai sejak tahun 1981.
Sutradara Sébastien Vanicek memang hadir jauh setelah gelombang New French Extremity pada akhir 90-an dan awal 2000-an—film pertamanya yang efektif pada tahun 2023 tentang serangan laba-laba, Infested, kini tayang di Shudder. Namun, kecenderungannya terhadap pembantaian berdarah, kekejaman yang sadis, isi perut yang terburai, hingga kekerasan hiper-grafis pematah tulang sangat berakar dari aliran tersebut. Ini adalah film yang benar-benar bersenang-senang dalam kejahatannya.
Intensitas Kematian yang Maksimal
Seperti pendahulunya di tahun 2023, 'Evil Dead Burn' dimulai dengan eksekusi cepat karakter-karakter sekunder di tepi danau yang indah—lokasi syuting film ini dilakukan di Selandia Baru—di mana Jared (Keanu Karim) dan Leo (Tapiwa Soropa) sedang memancing. Ketika Leo pergi untuk menerima panggilan telepon dari pacarnya, kail Jared ditarik secara kencang oleh sesuatu di bawah air. Vanicek langsung menunjukkan kebolehannya lewat adegan pembunuhan dengan brutalitas maksimum.
Sang pembawa petaka (Greta van den Brink), setelah selesai melayang di atas danau dan berjalan ke jalan raya, menjadi penghubung ke karakter-karakter utama ketika dirinya dihantam oleh mobil berkecepatan tinggi. Pengemudinya adalah Will (George Pullar), seorang pria emosional yang pergi dari klub malam di tengah pertengkaran dengan istrinya yang berasal dari Prancis, Alice (Souheila Yacoub). Kecelakaan tersebut berujung pada aksi pembalasan yang berdarah, menghasilkan tiga kematian bahkan sebelum judul utama film muncul di layar.
Aksi Horor Tanpa Henti di Rumah Duka
Petunjuk awal bahwa Will adalah seorang suami yang kasar memiliki pola yang sama dengan karakter ayahnya, Edgar (Erroll Shand), yang kebaikannya hanya dicurahkan untuk anjingnya. Pada upacara pemakaman Will, kita juga diperkenalkan dengan ibunya yang diselimuti duka, Susan (Tandi Wright), yang kata-kata belasungkawanya justru menjadi pertanda buruk.
Edgar bersikeras untuk menghabiskan waktu sejenak sendirian dengan jenazah putranya sebelum peti mati didorong ke dalam tungku krematorium. Ia terkejut oleh ketukan yang terdengar dari dalam peti mati yang tertutup, lalu kekacauan besar pun dimulai.
Kembali ke rumah keluarga yang sudah tua, situasi semakin menegang. Nenek (Maude Davey) yang menderita demensia tingkat lanjut menjadi salah satu sosok yang paling mengejutkan ketika kekuatan iblis mulai merasuki dirinya. Vanicek dan Bernard menarik benang merah ke lore Evil Dead dengan menjadikan latar utama sebuah rumah besar tempat kakek Will dan Joe pernah melakukan penelitian mendalam tentang Necronomicon.
Tentu saja, Alice tanpa sengaja menemukan buku mengerikan tersebut dari dalam kantong sampah dan membaca mantra pemanggil iblis dengan keras—sebuah kesalahan fatal yang memicu rangkaian teror berdarah selanjutnya.
Senjata Kreatif dan Visual Hiper-Brutal
Seiring bertambahnya anggota keluarga yang berubah menjadi ganas dan pembantaian semakin intens, keseruan film ini ada pada adegan improvisasi berbagai objek menjadi senjata pembunuh. Objek-objek tersebut mencakup sandaran kepala kursi mobil, pulpen mewah, tempat lilin, pembuka sumbat botol, hingga pecahan keramik dari kloset toilet. Tak ketinggalan, ada pula penghormatan untuk senjata gergaji mesin khas era Sam Raimi melalui pemanfaatan alat pemotong semak dan bor listrik berat.
Secara keseluruhan, 'Evil Dead Burn' memprioritaskan elemen gore dan efek praktis yang mengerikan di atas penceritaan yang mendalam. Meski kehilangan unsur komedi konyol yang dulu dibawakan oleh Bruce Campbell (sebagai karakter Ash), film ini berhasil menyajikan pengalaman horor jagal yang memuaskan bagi para penggemar setia genre ini.
--- Stella Josephine
Komentar