Breaking News

REFLEKSI 'Sabar' dan 'Besar' Itu Sejalan 11 Jun 2024 07:44

Article image
Jika Anda berwatak sabar, Anda berpotensi menjadi 'pribadi besar' yang patut menerima banyak hal termasuk kepercayaan besar.

Oleh Valens Daki-Soo


Jika Anda seorang prajurit sejati dan profesional, Anda harus punya kesabaran tinggi. Beroperasi di hutan berbulan-bulan dalam suatu operasi anti gerilya atau GLG (gerilya lawan gerilya), tentu dibutuhkan kesabaran luar biasa selain fisik yang prima dan kemahiran bertempur. Sering perlu waktu sangat lama dalam pergerakan taktis, atau mengendap di suatu titik berhari-hari untuk melakukan penyergapan terhadap target/musuh.

Seorang jenderal senior yang makan asam-garam di daerah operasi Timor Timur pernah berbagi kisah tentang "kesabaran" dan ketangguhan mental Xanana Gusmao, Panglima Falintil (sayap militer Fretilin) yang kemudian menjadi Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste.

Saat itu dalam fase "Operasi Kikis" di Timor Timur, pasukan Fretilin terdesak dan terkepung, banyak menjadi korban karena dihabisi melalui pergerakan 'pagar betis' TNI didukung elemen rakyat di suatu kawasan pegunungan. Singkat cerita, pasukan Xanana sudah banyak gugur, dan hampir dipastikan Xanana juga tewas saat itu. Namun, ternyata dia lolos dari kepungan total itu. Bagaimana caranya?

Belakangan, setelah masuki era damai, dia berkisah sendiri kepada Pak Kiki Syahnakri -- nama jenderal senior tersebut, yang waktu Operasi Kikis masih berpangkat Mayor sebagai Wadanyon dan Letkol sebagai Danyon yang langsung berhadapan di front terdepan lawan Fretilin. Kata Xanana, dia bisa luput dari kepungan karena "menyusup masuk" jauh ke dalam lobang di tengah rumpun bambu yang begitu kecil, hanya cukup untuk badannya dan badan ajudannya. Arloji, senjata dan segala yang metalik dia buang jauh supaya tidak terdeteksi TNI.

Menurut Xanana, dia bisa bertahan karena "bantuan Tuhan dan para leluhur". Namun, yang juga mengagumkan, dia punya kesabaran 'tingkat tinggi' alias amat sabar, tangguh dan bermental prima. Tiga hari dia bertahan dalam lubang kecil itu hanya dengan sedikit makanan tepung jagung (dalam bahasa Tetun-nya saya lupa namanya). Seandainya dia tidak sabar dan cepat keluar dari lubang perlindungan itu, kisah hidupnya pasti berbeda.

Kadang (sebagian) kita atau khususnya saya sendiri kurang sabar. Misalnya, kalau saya serahkan proposal bisnis ke suatu perusahaan, saya ingin secepatnya langsung direspon. Padahal mestinya saya ingat, mungkin ada puluhan proposal yang masuk, dan butuh waktu untuk mempelajari semuanya. Atau, saya merasa "sok penting" karena kenal langsung pemilik perusahaan itu, sehingga sewajarnya proposal kami cepat ditanggap. Harusnya saya pikir, dia punya banyak urusan besar, dan proposal saya hanyalah salah satu soal kecil.

Kesabaran dan ketidaksabaran tentu saja menghasilkan buah berbeda. Saya pernah ingin mendukung seorang kerabat yang amat berbakat dan potensial, bisa hebat di bidangnya, lalu saya kenalkan dia pada seorang tokoh senior di Jakarta. Sang tokoh pun mengagumi dan mengapresiasi bakatnya, bahkan mau membuka jalan agar potensinya mekar berkembang, bahkan bisa menjadi ladang yang menghasilkan keuntungan ekonomis bagi dirinya sendiri. Sayang sekali, mungkin karena kurang sabar dan ingin mencari "jalan tol" menuju kesuksesan, kerabat tersebut menghempaskan peluang emas itu. Padahal sang tokoh -- yang kebetulan dari etnis luar Flores -- sempat bilang, "Orang ini bakal jadi hebat."

Saya terus berjuang menempa diri menjadi pribadi yang kian sabar. Bersyukurlah, kalau Anda sudah menjadi orang sabar. Oh ya, jadi teringat ungkapan lama, "Orang sabar disayang Tuhan." Ungkapan ini melukiskan, kesabaran merupakan salah satu keutamaan karakter.

Jika Anda berwatak sabar, Anda berpotensi menjadi 'pribadi besar' yang patut menerima banyak hal termasuk kepercayaan besar.

Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co

 

Komentar