Breaking News

REGIONAL 2500 Rumah Tidak Layak Huni, Lurah Rorotan- Jakarta Utara Dukung Program Bedah Rumah Dari Kementerian PKP-RI 23 Oct 2026 09:56

Article image
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat bertemu dengan Masyarakat di Rorotan, Jakarta Utara. (Foto: beritalima.com)
Kami mendukung program bedah rumah ini, karena sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI melaksanakan kegiatan program bantuan bedah rumah bagi warga yang membutuhkan di wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Program bedah rumah bertujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam memperbaiki kondisi tempat tinggalnya. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas hunian warga agar menjadi lebih layak dan mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang sehat serta nyaman.

Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh bersama jajaran wilayah turut mendukung program bedah rumah sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga penerima serta meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga.

"Kami mendukung program bedah rumah ini, karena sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak." kata Ahmad.

Harapannya bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi penerima.
"Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga penerima serta meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga." pungkasnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara, dalam kunjungan tersebut menyampaikan keprihatinannya atas masih maraknya hunian tak layak di kawasan pinggiran ibu kota dan menjelaskan pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan Program Bedah Rumah.

“Saya mohon maaf karena kita belum bisa memperbaiki seluruh rumah tidak layak huni sekaligus. Namun, jumlahnya terus kita tingkatkan. Tahun lalu di Jakarta hanya ada 158 rumah yang diperbaiki, sedangkan tahun ini jumlahnya melompat signifikan menjadi 10.300 rumah,” ungkap Ara.

Pada kesempatan tersebut, Ara mendatangi rumah milik Masulah (48), seorang juru masak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Nusrobah (55), seorang asisten rumah tangga.

Masulah seorang juru masak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penghasilan Rp 2,5 juta per bulan menghidupi suami yang terserang stroke ringan beserta lima anak sekolah. Masulah harus tinggal di hunian seluas 45 meter persegi yang nyaris ambruk. Struktur bangunan rumah Masulah sudah tidak memiliki pondasi yang kokoh. Dindingnya retak-retak, atap asbes rusak berat, dan lantai plesterannya pecah. Saat hujan deras, air dari jalanan mengalir masuk ke dalam rumah.

Setelah itu, Ara mengunjungi Nusrobah (55), seorang asisten rumah tangga berpenghasilan Rp 1 juta per bulan. Rumah seluas 37 meter persegi yang ditinggalinya bersama dua anak mengalami kerusakan parah pada bagian rangka atap dan dinding kayu, sehingga berisiko tinggi ambruk sewaktu-waktu.

Data BPS menunjukkan kedua penerima bantuan tersebut berada di desil 1 dan desil 2 dengan pendapatan jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Berdasarkan data, keluarga yang mendiami rumah tidak layak huni di Kelurahan Rorotan sekitar 2.500 keluarga. Untuk skala Kabupaten/Kota Jakarta Utara, angka rumah tak layak huni mencapai 174.000 unit, dengan alokasi pengerjaan bedah rumah sebanyak 2.000 unit pada tahun 2026.

Untuk di Rorotan sendiri, Pengerjaan fisik renovasi rumah bagi para penerima bantuan dijadwalkan berlangsung serentak mulai 26 Oktober hingga 26 Desember 2026.*

--- Hendrik Penu

Komentar