Breaking News

PENDIDIKAN Ajak Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam IN 2, Mensi Tiwe: Guru Harus Mengubah Mindset dan Keluar dari Zona Nyaman 11 Dec 2025 14:41

Article image
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe membekali peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam. (Foto: Dok. MT)
"Guru harus mampu mengubah pola pikir (mindset); dari pola pikir tetap (fix mindset) ke pola pikir berkembang (growth mindset)," ujar Mensi Tiwe.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendasmen) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kabupaten Ende (IN 2) selama tiga hari sejak 8-11 Desember 2025, bertempat di Aula SMP Katolik Maria Goreti Ende.

Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari sekolah-sekolah penerima Boskin dari jenjang PAUD, SD, SMA dan SMK. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe, SE.,M.Si.Akt, mengatakan bahwa atas nama pemerintah daerah kabupaten Ende melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendiknasmen.

"Atas nama Pemda Ende, kami menyampaikan terima kasih kepada Kemendiknasmen melalui UPT BGTK Provinsi NTT yang telah memberi ruang digelarnya kegiatan Pelatihan ini. Inilah bentuk nyata komitmen, dukungan dan kontribusi Kemendiknasmen terhadap kemajuan dan pendidikan di daerah, termasuk di Kabupaten Ende ini," ungkap Mensi. 

Guru Harus Mengubah Mindset

menekankan agar para Guru dan peserta Pelatihan terus komitmen menerapkan Pembelajaran Mendalam di lembaga pendidikan masing-masing.

"Guru harus mampu mengubah pola pikir (mindset); dari pola pikir tetap (fix mindset) ke pola pikir berkembang (growth mindset)," ujar Mensi Tiwe.

Mensi Tiwe juga mengingatkan agar para guru dan peserta pelatihan untuk tidak merasa berada zona nyaman, tetapi harus mampu melakukan inovasi dan transformasi guna mewujudkan pendidikan bermutu.

"Kedisiplinan dan kepatuhan harus selalu diterapkan di satuan pendidikan. Guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi diri menjadi suatu keharusan," katanya.

Mensi Tiwe mengingatkan bahwa Pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya untuk terus belajar dan mengembangkan diri sehingga dapat memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa.

Ia berharap, melalui pelatihan itu, para guru dapat memperoleh wawasan baru, memperdalam pemahaman, dan menguasai strategi pembelajaran yang inovatif.

"Mari kita manfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kita. Pendekatan ini bukan sekadar metode baru, tetapi sebuah cara untuk menghidupkan proses belajar agar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Kita ingin agar siswa tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami, mengaitkan, dan menerapkan apa yang mereka pelajari," katanya.

Mensi Tiwe mengajak segenap peserta agar setelah mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam, mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, kompetitif, dan kontekstual.

"Semoga dengan semangat pembelajaran mendalam ini, kita dapat bersama-sama membentuk generasi yang berkarakter, berpengetahuan luas, dan siap menghadapi tantangan zaman. Mari kita saling berbagi pengalaman, belajar bersama, dan pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan, terutama memberikan vibrasi positif bagi dunia pendidikan di kabupaten Ende yang kita cintai ini," ajak Mensi Tiwe.

Menjawabi Tuntutan Abadi ke-21

Mensi Tiwe mengatakan bahwa penerapan pembelajaran mendalam dalam konteks pendidikan di Indonesia, selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, juga untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan sehingga dapat beradaptasi dengan tuntutan Abad ke-21. 

Melansir World Economic Forum, salah satu alasan kuat mengapa pendekatan ini diperlukan, yakni karena relevansinya dengan kompetensi Abad ke-21, yang mencakup 3 poin vital; yakni Literasi Dasar, Kompetensi dan Karakter. 

Keterampilan Literasi Dasar dapat membantu siswa mengaplikasikan pengetahuan inti dalam kehidupan sehari-hari. 

Keterampilan Literasi Dasar mencakup literasi, numerasi, literasi Sains, literasi informasi dan komunikasi, literasi keuangan, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Sementara Kompetensi mencakup cara siswa menghadapi tantangan kompleks yang meliputi keterampilan kritis, kreatifitas, komunikasi dan kolaborasi. 

Sedangkan Karakter mencakup Kepemimpinan serta kesadaran sosial dan budaya.

Kepala Sekolah SDK Wololele B, Drs. Aurelius G. V. Dorelagu, salah satu peserta kegiatan Pelatihan mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan menjadi bekal ilmu berharga untuk memajukan pendidikan. 

"Terima kasih kepada Kemendiknasmen, UPT BGTK NTT dan Pemda Ende melalu Dinas PK yang telah memberi ruang pembelajaran, sinergitas dan kolaboratif melalui Pelatihan ini. Semoga dari Pelatihan ini membawa dampak nyata bagi sekolah-sekolah di setiap satuan pendidikan," kata Kepsek Aurelius. 

--- Guche Montero

Komentar