PENDIDIKAN Apresiasi Kegiatan Workshop Jurnalistik dan Konten Kreator, Kadis Dikbud NTT: Harus Berdampak Edukatif 19 Feb 2025 11:19
Ambrosius mengingatkan para guru agar lebih banyak membuat konten edukatif dan memberi informasi positif tentang sekolah agar dapat mendorong sekolah terus berkembang.
KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi kolaborasi Musyawaeah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMA dan SMK Kota Kupang yang berhasil menggelar kegiatan "Workshop Jurnalistik dan Content Creator" bagi Wakasek Humas dan Operator Media jenjang SMA dan SMK Kota Kupang, bertempat di Hotel Swiss Belcourt Kupang, Senin (17/2/2025).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengingatkan para guru agar tidak membuat konten saat mengajar di kelas.
"Tidak ada yang melarang bermedia sosial, tetapi jangan membuat konten saat jam mengajar, harus dapar izin dari kepala sekolah, kepala dinas," pesan Ambrosius, melansir kupang.tribunnews.com.
Ambrosius menegaskan, guru harus tetap memperhatikan kaidah dan norma yang berlaku saat bermedia sosial saat berada di sekolah.
Ambrosius mengingatkan para guru agar lebih banyak membuat konten edukatif dan memberi informasi positif tentang sekolah agar dapat mendorong sekolah terus berkembang.
“Dorong anak-anak untuk terus berprestasi. Dorong sekolah untuk terus berkembang," ujar mantan Kepala Pelaksana BPND NTT itu.
Ambrosius mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan MKKS SMA dan MKKS SMK di Kota Kupang yang menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan konten kreator tersebut.
"Ini kolaborasi yang luar biasa. Jadi kita berharap jurnalis sekolah yang bagus dapat dijaga," ungkap Ambrosius.
Menurutnya, sekolah harus terus memproduksi informasi positif untuk memperkuat citra sekolah. "Jangan satu guru punya ulah, lalu sekolah itu hancur. Jangan karena satu murid punya salah, lalu sekolah itu hancur. Berikan informasi-informasi positif agar publik dapat mengakses hal-hal positif tentang sekolah," pesannya.
Desain Masa Depan Anak-Anak
Pada kesempatan itu, Ambrosius juga mengajak semua kepala sekolah yang hadir untuk berpikir dan mendesain masa depan anak-anak.
Ambrosius menegaskan, pemimpin termasuk para kepala sekolah harus memiliki mimpi untuk membawa sekolah dan anak anak didik jauh lebih baik.
“Jangan hanya berpikir soal tiga tahun anak tersebut di sekolah, tetapi berpikir masa depan anak-anak setelah tamat. Itulah guru. Harus mengetahui ke mana anak itu pergi setelah tamat,” pesannya.
“Teruslah berinovasi. Kalaupun belum bisa membuat perubahan, setidaknya bisa membuat pembeda,” lanjutnya.
Ambrosius mengajak para guru dan sekolah agar terus bersemangat melaksanakan program Gerakan NTT Membaca dan NTT Menulis (GENTABELIS).
Menurutnya, budaya membaca dan menulis harus menjadi kebutuhan.
Karena itu, dia berpesan agar majalah dinding sekolah kembali diaktifkan dan diproduksi secara berkala.
Dukung Program GENTABELIS Disbud
Sementara itu, Ketua MKKS SMK Kota Kupang, Semi Ndolu yang juga ketua panitia kegiatan, menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap program GENTABELIS yang digagas Kadis Dikbud NTT.
Kegiatan itu juga sekaligus dilaksanakan untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) serta Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ke-79.
Kepala SMK Negeri 4 Kota Kupang itu menyebut, dalam era transformasi teknologi dan media digital, telah menempatkan Key Opinion Leader (KOL) seperti para jurnalis dan content creator, berbagai platform media sosial memegang peranan yang penting.
"KOL dapat menjadi sumber informasi yang dipercaya oleh pengikutnya dan dapat mempengaruhi opini dan pandangan orang-orang, bahkan keputusan pemerintah sekalipun sehingga di kalangan masyarakat terdapat adagium yang mengatakan 'no viral no justice'," ungkapnya.
Dunia pendidikan, kata Semi, akhir-akhir ini menjadi sorotan publik karena berbagai publikasi media sosial (medsos).
Padahal, menurutnya, ada begitu banyak potensi dan praktik baik di sekolah yang dapat mengisi ruang publik melalui berbagai platform digital berbasis media sosial.
Menurutnya, hal itu belum secara rutin dan profesional dikelola oleh sekolah dan siswa.
"Hal inilah yang mendorong MKKS SMK dan SMA kota Kupang melakukan diskusi kolaboratif dengan rekan-rekan jurnalis ditambah dukungan Kadisdik untuk mengadakan sebuah kegiatan workshop penulisan karya jurnalistik dan content creator bagi kepala sekolah, Waka Humas dan Operator Media sosial sekolah," kata Semi.
Dia mengatakan, tujuannya, agar makin banyak publikasi praktik baik di sekolah dari intra sekolah maupun ekstra sekolah, termasuk meningkatkan branding sekolah serta bentuk akuntabilitas sekolah pada publik.
Adapun kegitan ini diikuti oleh perwakilan 42 sekolah yang terdiri dari 28 SMA dan 14 SMK dengan total peserta sebanyak 121 orang.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yang merupakan wartawan atau praktisi media; yakni Kekson Salukh (Victory News) dengan materi "Teknik Dasar Penulisan Karya Jurnalistik", Ryan Nong (Pos Kupang) dengan materi "Aktivitas Digital dan Podcast", serta Kalix Taus (Kompas TV) dengan materi "Konten Kreator dan Video Reels."
--- Guche Montero
Komentar