Breaking News

INFRASTRUKTUR Arahan Awal 2026, Menko AHY: Arah Pembangunan Infrastruktur di Tengah Tantangan Global 10 Jan 2026 17:49

Article image
Menko AHY saat menghadiri Taklimat Awal Tahun 2026 yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), bersama jajaran Kabinet Merah Putih. (Foto: Humas Kemenko Infra)
Menurut Menko AHY, forum taklimat ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan pandangan seluruh jajaran pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.

BOGOR, IndonesiaSatu.co - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Taklimat (arahan) Awal Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas kerja sepanjang tahun 2025, sekaligus memahami kondisi bangsa di tengah tantangan dan dinamika global, serta merumuskan sasaran strategis yang harus dicapai pada 2026, khususnya di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat menghadiri Taklimat Awal Tahun 2026 yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), bersama jajaran Kabinet Merah Putih.

Menurut Menko AHY, forum taklimat ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan pandangan seluruh jajaran pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang, tekanan ekonomi yang dihadapi berbagai negara, serta tantangan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Indonesia.

“Forum ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan 2025 sekaligus penguatan arah kebijakan ke depan di tengah dinamika global, tantangan ekonomi, dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah,” ujar Menko AHY.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya soliditas kabinet dan konsistensi kebijakan agar pemerintah tetap adaptif, responsif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Presiden juga mengingatkan bahwa di balik berbagai tantangan global dan domestik, Indonesia memiliki kekuatan besar yang harus terus dijaga dan dikelola secara bijak.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perjuangan menghadirkan keadilan sosial, menurunkan angka kemiskinan, serta memastikan tidak ada rakyat yang kelaparan merupakan mandat moral negara yang menuntut keberanian, konsistensi, dan keberpihakan nyata kepada rakyat.

Menanggapi arahan tersebut, Menko AHY menyampaikan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama lima kementerian teknis akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam penanganan pascabencana dan pemerataan pembangunan wilayah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ke depan harus semakin inklusif, tangguh terhadap risiko bencana, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“Arahan Presiden menjadi penguat komitmen kami untuk bekerja lebih terintegrasi, memastikan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan pemerataan,” imbuh Menko AHY.

Melalui Taklimat Awal Tahun 2026 ini, pemerintah menegaskan kembali tekad untuk menjaga stabilitas nasional, mempercepat pemulihan pascabencana, serta memastikan agenda pembangunan infrastruktur dan kewilayahan ke depan tetap selaras dengan kepentingan rakyat dan prinsip keadilan sosial.

Taklimat Awal Tahun 2026 dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta dihadiri oleh seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. *

--- F. Hardiman

Komentar