Breaking News

PENDIDIKAN Bangun Kolaborasi dan Sinergisitas, Pemerintah dan YASUKEL Komit Tingkatkan Rapor Pendidikan di Ende 07 Dec 2023 18:43

Article image
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Maltidis Mensi Tiwe (berdiri) berbicara pada Kegiatan Rakornis bersama YASUKEL. (Foto: Dok. MT)
Kadis Mensi terus mendorong agar para Guru harus menjadi penggerak dan 'Dokter' Literasi, Numerasi dan Karakter.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mengapresiasi pihak Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ende-Lio (YASUKEL) yang telah berkontribusi besar dalam bidang Pendidikan di Kabupaten Ende.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pendidikan Kabupaten Ende, Maltidis Mensi Tiwe, S.E., MSi, Akt mengatakan bahwa dalam upaya memajukan kualitas pendidikan pada umumnya dan mengimplementasikan Merdeka Belajar sesuai Kurikulum Merdeka pada khususnya, maka pemerintah (Dinas PK) terus membangun kolaborasi dan sinergisitas dengan berbagai stakeholders di setiap Satuan Pendidikan.

"Pemerintah tentu tidak dpat berjuang dan berjalan sendiri. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, diharapkan agar ruang kolaborasi dan sinergitas antara Pemerintah dan YASUKEL ini dapat berdampak positif bagi kemajuan pendidikan ke depan, yang goalnya yakni Rapor Pendidikn harus lebih dari angka Assesmen Kompetensi Minimum (AKM)," ungkap Kadis Mensi dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bertema "Membangun Kesepahaman Program Kerja dan Anggaran Yasukel dan Sekolah" yang digelar di Ende, Kamis (7/12/2023).

Kadis Mensi mengatakan, tuntutan Sumber Daya Pendidik menjadi salah satu dimensi dan standar penting dalam mewujudkan tiga aspek kemajuan dunia pendidikan; yakni Karakter, Literasi dan Numerasi dalam platform Program Merdeka Belajar.

Karena itu, Kadis Mensi terus mendorong agar para Guru harus menjadi penggerak dan 'Dokter' Literasi, Numerasi dan Karakter.

Menurut Kadis Mensi, dorongan itu berangkat dari Rapor Merah pendidikan Ende, terutama dalam hal Literasi dan Numerasi.

"Karakter para Guru sebagai pendidik sangat menentukan kemajuan Literasi dan Numerasi. Karena itu, Guru yang merupakan Profesi, harus menjadi ujung tombak yang membimbing, memahami dan meningkatkan kemampuan dan potensi anak (peserta didik)," imbuh Kadis Mensi.

Masih Terbelenggu "Penjajahan Diri Sendiri"

Kadis Mensi menyinggung, salah satu alasan yang mempengaruhi terhambatnya kemajuan pendidikan yakni soal perilaku para Guru yang belum sepenuhnya total (loyalitas) dan belum sungguh-sungguh menghayati Profesi sebagai guru.

Masalah lain, lanjut Kadis Mensi, yakni ego dalam diri yang masih terus membelenggu.

"Kita belum selesai dengan persoalan-persoalan dari diri kita sendiri. Kita masih berhadapan dengan 'penjajahan diri sendiri'; rasa malas, kurang dedikatif, tidak disiplin, tidak sungguh-sungguh bekerja sebagai pendidik generasi bangsa dan tidak mau mengikuti perubahan terutama teknologi yang merupakan konsep Blended learning, salah satu metode pembelajaran. Itu menjadi sebuah refleksi dan instrospeksi agar ke depannya harus lebih baik lagi," ajak Kadis Perempuan yang dijuluki "Kadis Penggerak" itu.

Pada akhir sambutannya, Kadis Mensi menegaskan bahwa Pendidikan merupakan tanggung jawab Negara yang wajib dijalankan oleh segenap satuan pendidikan guna memenuhi hak-hak anak bangsa yang dilindungi dan dijamin oleh negara.

"Perubahan dan kemajuan (Pendidikan) hanya bisa dicapai jika perilaku buruk diubah menjadi energi positif, menjadi teladan yang mampu mengarahkan generasi bangsa menjadi calon-calon pemimpin masa depan," katanya.

"Kita harus bangga bahwa Pendidikan menjadi salah satu tonggak penting kemajuan bangsa ini. Mari berjalan dan bergerak dengan komitmen bersama mewujudkan 'Ende Pintar, Ende Juara dan Ende Berbudaya,'" pungkas Kadis Mensi.

Api Semangat yang Terus Berkobar

Terpisah, pemerhati pendidikan Kabupaten Ende, Karel, mengaku terinspirasi dan termotivasi dengan semangat, kerja keras dan kata-kata positif Kadis Mensi sehingga terus menyalakan api semangat bagi seluruh stakeholder sekolah di Kabupaten Ende.

"Kami sangat menghargai dedikasi Ibu dalam mengarahkan dan memotivasi kami untuk terus berkomitmen pada penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Kata-kata inspiratif Ibu telah menanamkan semangat baru dalam diri kami untuk terus berinovasi, bekerja keras, dan berkolaborasi demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Ende," ungkap Karel.

"Terima kasih atas dedikasi luar biasa, komitmen, kerja keras, dan inspirasi. Semoga semangat ini akan terus berkobar dan membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan di Kabupaten Ende. Kami berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misi bersama demi kemajuan pendidikan di wilayah ini," simpul Karel.

--- Guche Montero

Komentar