Breaking News

INTERNASIONAL Banjir Tewaskan Lebih dari 30 Orang, Berdampak pada Jutaan Orang di Bangladesh dan India Timur Laut 25 Aug 2024 14:21

Article image
Pemandangan banjir parah di Feni, di tenggara Bangladesh, pada Jumat, 23 Agustus 2024. (Foto: CNN)
Hampir 4,5 juta orang terkena dampak banjir di Bangladesh, yang menyebabkan ratusan rumah terendam air, menyebabkan penduduk terdampar di atap rumah, kata Kementerian Penanggulangan Bencana negara tersebut.

NEW DELHI/CUMILLA, BANGLADESH, IndonesiaSatu.co -- Tim penyelamat bergegas mengevakuasi masyarakat yang kebanjiran setelah hujan lebat menggenangi sebagian wilayah Bangladesh dan timur laut India, menewaskan sedikitnya 36 orang dan menyebabkan sungai di kedua sisi perbatasan mencapai tingkat ekstrem.

Hampir 4,5 juta orang terkena dampak banjir di Bangladesh, yang menyebabkan ratusan rumah terendam air, menyebabkan penduduk terdampar di atap rumah, kata Kementerian Penanggulangan Bencana negara tersebut.

Setidaknya 13 orang tewas dalam banjir dan hampir 200.000 orang telah dievakuasi dari daerah banjir di Bangladesh, kata Md Kamrul Hasan, pejabat senior Kementerian Penanggulangan dan Bantuan Bencana, kepada wartawan pada hari Jumat.

Di negara bagian Tripura di timur laut India, yang berbatasan dengan Bangladesh, sedikitnya 23 orang tewas, menurut Mohsen Shahidi, seorang pejabat senior di pasukan Tanggap Bencana Nasional India. Di Tripura, lebih dari 64.000 orang mencari perlindungan di kamp-kamp bantuan, kata pusat operasi darurat negara bagian tersebut.

Dilansir CNN, banjir besar dan tanah longsor telah menewaskan ratusan orang, membuat jutaan orang mengungsi dan merusak infrastruktur di seluruh Asia Selatan dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun banjir sering terjadi di wilayah tersebut selama musim hujan, para ilmuwan mengatakan krisis iklim yang disebabkan oleh manusia telah memperburuk kejadian cuaca ekstrem dan menjadikannya lebih mematikan.

Sebagian wilayah Tripura dan distrik-distrik di Bangladesh timur mengalami curah hujan lebat hingga hampir 200 milimeter (sekitar 8 inci) dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan meningkatnya air banjir yang berbahaya.

Pada hari Jumat, Pusat Prakiraan dan Peringatan Banjir Bangladesh mengatakan 13 sungai di wilayah tersebut mencatat ketinggian air di atas “tingkat bahaya.”

Di distrik Feni di Chattogram, sebuah kota di tenggara Bangladesh, yang terkena dampak paling parah, upaya sedang dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang dari rumah-rumah yang terendam air dan untuk melindungi para pengungsi.

Personil angkatan darat dan angkatan laut sedang mengevakuasi orang-orang dengan perahu dengan bantuan sukarelawan, kata Musammat Shahina Akter, seorang pejabat senior di Feni.

Gedung-gedung pemerintah dan sekolah menengah telah diubah menjadi tempat penampungan, dan lebih dari 25.000 orang berlindung di kamp-kamp bantuan, kata Akter.

“Kami tidak berharap masyarakat bisa kembali ke rumah dalam waktu dekat,” katanya, seraya menambahkan bahwa curah hujan sudah berkurang tetapi permukaan air hanya bisa surut setelah curah hujan berhenti.

Kazi Piash, warga Feni berusia 24 tahun, mengaku berlindung di rooftop rumahnya setelah banjir mencapai lehernya.

“Kami telah membangun tenda darurat di atap dengan terpal tetapi ada sekitar 40 orang di atap dua rumah satu lantai,” kata Piash, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut termasuk saudara iparnya yang sedang hamil.

“Kami sudah berjam-jam di atap, badan menggigil, ponsel kami juga tidak punya baterai lama, jadi kami perlu bantuan cepat,” ujarnya.

Video menunjukkan warga mendayung kano dan berenang dengan barang-barang mereka melalui sungai yang berlumpur, sementara air banjir menggenangi atap rumah.***

--- Simon Leya

Komentar