REGIONAL Basarnas Ungkap Penyebab Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya- Banjarmasin 15 Sep 2026 10:45
Disampaikan oleh nahkoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, akibatnya dari hantaman ombak dari lambung kanan.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso, mengungkap penyebab Kapal Virgo Transport 8 miring sebelum mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Kapal yang berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu disebut miring setelah dihantam ombak dari sisi lambung kanan. Informasi tersebut diperoleh langsung dari nakhoda Kapal Virgo saat proses pencarian dan pertolongan korban berlangsung.
"Disampaikan oleh nahkoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini info yang kami dapatkan langsung dari kapten Kapal Virgo tersebut dalam operasi pencarian," kata Edy di Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, berdasarkan data penumpang, kapal Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru. Data tersebut menjadi dasar Basarnas dalam melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Hingga laporan pada Minggu sekitar pukul 15.30 WIB, Basarnas mencatat 114 orang telah berhasil diselamatkan atau ditemukan. Dari jumlah tersebut, 98 orang selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Sejumlah korban berhasil dievakuasi oleh kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sebanyak 69 orang dalam kondisi selamat dievakuasi menggunakan KM Haida.
Pada peristiwa tersebut, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Selatan mengerahkan tiga kapal patroli untuk mencari korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9). Hingga saat ini, masih ada 130 penumpang yang dinyatakan hilang dan terus dalam proses pencarian.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyatakan tim kapal patroli telah menyisir area sekitar titik koordinat hilangnya kapal. Adapun ketiga kapal yang dikerahkan adalah KP. XIII - 3001, KP. XIII - 2004, dan KP. XIII - 1008.
Selain dari jajaran Polda, tim dari Korpolairud Baharkam Polri juga turut membantu proses pencarian. Semua unsur Polri di perairan bergerak dengan mengerahkan kapal patroli bersama tim SAR gabungan yang dikoordinir oleh Basarnas.
Kombes Pol Nur Khamid menjelaskan bahwa rencana tindak lanjut dari Polda Kalsel meliputi koordinasi berkelanjutan dengan Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, serta KSOP Kelas I Banjarmasin. Koordinasi ini penting untuk mengatur arus lalu lintas pelayaran di sekitar lokasi kejadian agar proses pencarian berjalan lancar.
"Fokus tim saat ini tentunya operasi pencarian dan pertolongan," tegasnya.
Hingga Minggu malam, sebanyak 69 penumpang selamat yang dibawa oleh kapal MV Haida telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Korban selamat lainnya, termasuk jenazah korban meninggal dunia, masih dalam perjalanan menuju Banjarmasin menggunakan sejumlah kapal lain.*
--- Hendrik Penu
Komentar