INFRASTRUKTUR Bendungan Mbay di Nagekeo Disebut yang Termegah di Indonesia 16 Dec 2023 23:10
"Semua pembangunan bendungan plus irigasinya, memang dalam rangka strategi besar kita menuju ketahanan pangan (kedaulatan, red) pangan nasional," ujar Presiden Jokowi.
MBAY, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah terus berupaya mengembangkan infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah, termasuk di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bendungan Mbay-Lambo merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terletak
di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Kapasitas 51,7 juta meter kubik dan luas genangan mencapai 499,5 Hektare (ha).
Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo awal Desember lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pembangunan Waduk Mbay (Lambo) di Kabupaten Nagekeo yang menelan anggaran sekitar Rp 1,7 Triliun itu merupakan strategi mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Melalui siaran BPMI Setpres, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pembangunan bendungan tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
"Semua pembangunan bendungan plus irigasinya, memang dalam rangka strategi besar kita menuju ketahanan pangan (kedaulatan, red) pangan nasional," ujar Presiden Jokowi.
Kepala Negara menjelaskan, pembangunan bendungan yang mampu menampung 51 juta meter kubik air tersebut telah dimulai sejak akhir tahun 2021 dan sesuai target akan selesai pada akhir tahun 2024 mendatang.
"Nantinya akan mengairi kira-kira 4.200 hektare, plus pengembangannya 1.900 hektare," terang Presiden.
Oleh karenanya, Presiden berharap setelah rampung dibangun, bendungan tersebut dapat mendorong produksi beras di Kabupaten Nagekeo.
Presiden menilai, produksi beras di Nagekeo nantinya akan meningkat hingga 2,5 kali lipat.
"Yang kita harapkan, produksi beras di Nagekeo bisa meningkat sampai 250 persen, hingga peningkatannya bisa 2,5 kali lipat,” harap Presiden saat meninjau progress pembangunan bendungan megaproyek tersebut.
Termegah dan Multifungsi
Melansir laman resmi sd.pu.go.id, dengan anggaran yang fantastis dengan dukungan design infrastuktur yang tergolong unik dan megah, bendungan Mbay (Lambo) disebut sebagai salah satu bendungan termegah di NTT bahkan di Indonesia.
Selain sebagai sarana pengairan yang mendukung kebutuhan air bagi masyarakat dan sektor pertanian (persawahan), bendungan ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata baru di daerah tersebut.
Selain itu, bendungan ini juga dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air.
Bendungan ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern; seperti pusat informasi, tempat parkir, area rekreasi, serta dapat dijadikan sebagai sarana untuk menggerakkan roda perekonomian daerah sekitar.
Dengan adanya bendungan ini, diharapkan akan ada peningkatan aktivitas ekonomi, terutama dalam sektor pariwisata dan pertanian.
Hingga saat ini, pembangunan bendungan telah memasuki tahap breakthrough terowongan pengelak dengan progress konstruksi mencapai 27%.
Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Mbay sesuai kontrak telah dimulai sejak 2021 melalui dua paket pekerjaan dengan nilai investasi sebesar Rp 1,47 triliun.
Adapun untuk paket pertama dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk-Bumi Indah (KSO), sedangkan Paket kedua oleh PT Brantas Abipraya.
Infrastruktur bendungan baru di NTT itu sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengembangkan infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
--- Guche Montero
Komentar