Breaking News

EKONOMI Menteri UMKM dan Gubernur NTT Komit Perkuat UMKM Lewat Penyaluran KUR 30 Apr 2026 11:35

Article image
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian UMKM dan Bank NTT. (Foto: Ist)
"Kita tidak hanya mengejar angka penyaluran, tetapi bagaimana dana ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” imbau Gubernur Melki.

LABUAN BAJO, IndonesiaSatu.co-– Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman terus mendorong penguatan UMKM melalui penyaluran Kredi Usaha Rakyat (KUR) disertai pendampingan secara intensif guna memastikan usaha kecil mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas.

Hal itu disampaikan Menteri Mama pada kegiatan "Sosialisasi dan Akad Aassal KUR Provinsi NTT" yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan kolaboratif tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak perbankan, dan berbagai pelaku UMKM dalam satu agenda percepatan pembiayaan UMKM.

Menteri Maman mengatakan bahwa KUR tidak boleh dipandang sekadar sebagai tambahan likuiditas, melainkan sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing usaha. "Kedisiplinan dalam memanfaatkan pembiayaan menjadi kunci agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan. KUR harus digunakan untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif. Ini adalah kesempatan untuk memperbesar usaha, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar,” ujarnya.

Dalam konteks itu, lanjut Menteri Maman, pemerintah mendorong peran aktif lembaga keuangan, tidak hanya sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai mitra pendamping.

Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian UMKM dan Bank NTT, menjadi wujud komitmen bank daerah dalam menjamin ekosistem penyaluran KUR.

Kembalinya Bank NTT dinilai strategis, mengingat kedekatannya dengan pengusaha kecil di tingkat lokal. 

Dengan target penyaluran sekitar Rp 350 miliar, Bank NTT diharapkan mampu menjangkau sektor-sektor usaha yang selama ini belum optimal terlayani oleh perbankan nasional.

Menteri Maman menekankan bahwa keberhasilan program KUR tidak hanya diukur dari besarnya angka penyaluran, tetapi juga dari kualitas dampak yang dihasilkan. 

"Oleh karena itu, literasi keuangan dan pendampingan usaha menjadi elemen yang tak terpisahkan. Penyaluran harus diikuti dengan edukasi. Tanpa itu, pembiayaan berisiko tidak memberikan efek jangka panjang,” katanya.

Secara nasional, hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 91,6 triliun kepada sekitar 1,4 juta pelaku usaha.

Sementara di NTT, angka penyaluran tercatat Rp 898 miliar untuk lebih dari 19 ribu UMKM, masih menyisakan ruang besar untuk peningkatan akses pembiayaan.

Geliat Ekonomi Kerakyatan

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan bahwa KUR merupakan instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, terutama di wilayah dengan struktur usaha mikro yang dominan. 

Meski demikian, Gubernur Melki mengingatkan pentingnya tata kelola penyaluran sehingga setiap program dapat membawa manfaat yang dirasakan secara merata.

“Kita tidak hanya mengejar angka penyaluran, tetapi bagaimana dana ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” imbau Gubernur.

Menurut Gubernur Melki, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan, harus diarahkan pada penguatan ekosistem usaha; mulai dari akses modal hingga peningkatan kapasitas pengusaha UMKM. 

Dalam kerangka itu, kata Gubernur, kehadiran Bank NTT diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan sekaligus memahami karakteristik ekonomi lokal.

"Dengan dimulainya penyaluran KUR oleh Bank NTT, maka diharapkan UMKM di NTT tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga peluang untuk naik kelas," kata Gubernur.

"Di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan akses di daerah, maka pembiayaan yang inklusif dan tata kelola penyaluran yang baik menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan," tandas Gubernur Melki.

--- Guche Montero

Komentar