Breaking News

EKONOMI Bentuk Apresiasi kepada Pelaku Ekraf, Menko PMK Berikan Modal Usaha untuk 4 Klaster Nasabah PNM Mekaar di Kupang 03 Oct 2025 16:14

Article image
“Para pekerja-pekerja ini harus dikasih penghargaan. Karena mereka ini secara mandiri, kuat, dan kokoh membangun ekonomi tanpa campur tangan siapapun, karena itu harus mendapatkan perhatian...”

KUPANG, IndonesiaSatu.co – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Menko PMK) RI Muhaimin Iskandar memberikan apresiasi kepada pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dan pekerja gig di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan menyerahkan bantuan modal usaha kepada empat klasterisasi nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.

Dalam dialog interaktif bertema “Sinergi Penguatan Ekosistem dan Perlindungan bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif dan GIGs Worker” pada Rabu (1/10/2025), Muhaimin menegaskan bahwa pengusaha mikro yang tumbuh secara mandiri perlu mendapatkan penghargaan dan dukungan.

“Para pekerja-pekerja ini harus dikasih penghargaan. Karena mereka ini secara mandiri, kuat, dan kokoh membangun ekonomi tanpa campur tangan siapapun, karena itu harus mendapatkan perhatian,” ujar Muhaimin.

PNM menghadirkan empat klaster usaha kreatif dari wilayah Kota Kupang, Kupang Barat, Kupang Tengah, dan Kabupaten Kupang. Klaster tersebut meliputi budidaya rumput laut, perikanan, garam abu, serta anyaman daun lontar, dengan total 65 nasabah penerima manfaat.

Pimpinan Cabang PNM Denpasar, Leonardus Yosi, menyampaikan bahwa dukungan dari Menko PMK serta pemerintah daerah menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan pengusaha ultra mikro.

“Bantuan modal yang diberikan kali ini bukan hanya tambahan dana, tetapi juga penguatan ekosistem usaha agar nasabah Mekaar semakin percaya diri, berdaya saing, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungannya,” jelas Yosi.

Nusa Tenggara Timur sendiri merupakan salah satu provinsi dengan potensi besar dalam pengembangan UMKM dan ekraf. Hingga September 2025, PNM mencatat sebanyak 369.212 nasabah aktif dari 19.215 kelompok di wilayah tersebut.

Melalui program klasterisasi, PNM menargetkan pemberdayaan nasabah tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara produktif dan berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden 2024–2029, khususnya pada poin ketiga tentang peningkatan produktivitas untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan semangat Tumbuh, Peduli, Menginspirasi, PNM optimistis kolaborasi antar-nasabah Mekaar di NTT akan melahirkan pengusaha ultra mikro yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat kontribusi nyata terhadap ekonomi kerakyatan.

--- Sandy Javia

Komentar