Breaking News

REGIONAL Bergerak ke Flores, Pemuda Katolik Komda NTT Berkolaborasi Bersama Tenaga Kesehatan Jiwa, IPKI dan PAFI 23 Aug 2026 10:43

Article image
Pemuda Katolik Komda NTT berkolaborasi bersama Tenaga Kesehatan Jiwa, IPKI dan PAFI bergerak ke Flores untuk Aksi Kemanusiaan. (Foto: Dok. PK NTT)
"Berbagi bukan karena kita kaya, tetapi karena kita tergerak oleh panggilan nurani kemanusiaan bersama mereka yang sungguh membutuhkan bantuan," pungkas Juventus.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Di tengah duka dan kesulitan yang melanda masyarakat di Flores pasca bencana gempa bumi, Pemuda Katolik Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur (Komda NTT) hadir dengan doa dan aksi nyata kemanusiaan.

Sebanyak 60 relawan Pemuda Katolik Komda NTT pada Sabtu (22/8/2026) bergerak ke wilayah terdampak, dibagi menuju Ende dan Manggarai, untuk merasakan bersama, mendampingi, dan membantu masyarakat yang sedang berduka serta menderita akibat bencana.

Ketua Umum Pemuda Katolik Komda NTT, Juventus Tukung, menegaskan bahwa komitmen Pemuda Katolik adalah untuk turut merasakan secara mendalam apa yang dialami masyarakat Flores, baik mereka yang kehilangan keluarga, maupun mereka yang menderita dan kehilangan tempat tinggal.

"Selain doa yang dilantunkan, ada aksi nyata kemanusiaan bersama mereka. Ini adalah kelanjutan dari kegiatan Pemuda Katolik di bawah komando langsung Ketua Umum dan pengurus daerah provinsi NTT. Agenda kami sederhana: memastikan penanganan berjalan sebaik mungkin, tidak boleh ada yang tertinggal, tidak boleh ada yang tercecer," ujar Juventus.

Pemuda Katolik berusaha hadir dari sisi yang seringkali terabaikan, kehadiran secara langsung, tenaga yang datang, tangan yang saling bersalaman, dan senyum yang dibagikan kepada mereka yang sedang berduka.

Kolaborasi Bersama Tenaga Kesehatan Jiwa, IPKI dan PAFI

Kegiatan ini selain pembagian bantuan, juga wujud kolaborasi yang istimewa. Pemuda Katolik Komda NTT bergerak bersama Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKI) NTT, dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) NTT.

Sebanyak 60 orang, gabungan relawan Pemuda Katolik dan tenaga profesional kesehatan, berangkat bersama membawa harapan, bukan hanya obat dan logistik, tetapi juga pendampingan kesehatan jiwa bagi warga yang mengalami trauma mendalam akibat gempa.

"Kami hadir karena di sana selain membutuhkan beras atau terpal, tetapi juga kehadiran, pelukan, dan pendampingan. Ada luka di hati yang butuh disembuhkan, bukan hanya luka di tubuh," ujar Juventus.

Kegiatan ini dianggap sebagai langkah awal untuk membuka pintu hati orang muda lainnya, agar semakin banyak pihak yang masuk dalam gelombang-gelombang kepedulian berikutnya.

"Mungkin ada gelombang kedua, gelombang ketiga. Sepanjang masyarakat belum pulih, kita harus terus hadir dan merasakan bersama mereka. Kita tidak boleh berhenti di satu kali datang," komit Juventus.

Rombongan terbagi dalam empat tim: sebagian menuju Kabupaten Ende, Ngada, Nagekeo hingga Manggarai.

Juventus menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah mendukung, yakni Pengurus Pusat Pemuda Katolik, khususnya Bang Yusti dan Bang Aris yang hadir langsung di lokasi bencana; Ketua Umum Pemuda Katolik, Ketum Stefanus A. Gusma, yang terus memantau, memotivasi, dan memberikan arahan; Romo Jefri, yang mendampingi dan memimpin dalam doa serta kegiatan rohani; PAFI NTT dan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia NTT atas kolaborasi yang luar biasa, Para donatur, baik dalam negeri maupun luar negeri, ASDP, kepolisian Polda NTT, Polda Metro Jaya, dan seluruh jajaran Polri yang memfasilitasi dan mendukung perjalanan tim.

"Hari ini kita memberikan dukungan kepada mereka. Tapi kita tidak tahu, hari esok mungkin orang lain yang akan memberikan dukungan kepada kita. Mari kita selalu melihat siapa yang membutuhkan, kebutuhan akan kehadiran, akan kasih, akan pertolongan," ungkap Juventus.

Juventus menekankan bahwa kerja kemanusiaan ini bukan hanya satu atau dua hari, bukan satu atau dua bulan, melainkan kerja bertahun-tahun yang memerlukan kolaborasi, kekuatan, solidaritas, dan komitmen yang kuat.

"Semoga visi kita tetap diwujudkan. Semoga Tuhan memberkati setiap langkah kebaikan yang kita lakukan bersama. Berbagi bukan karena kita kaya, tetapi karena kita tergerak oleh panggilan nurani kemanusiaan bersama mereka yang sungguh membutuhkan bantuan," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar