Breaking News

NASIONAL Beri Arahan kepada ASN, Menteri Basuki: Seorang Pemimpin Harus Menjadi “Good Driver” 28 Aug 2024 15:42

Article image
Menteri Basuki dalam acara ASN Talent Fest 2024 dan anugerah ASN 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, di gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/8/2024). (Foto: Ist)
Leader itu harus tahu jalan, dan tahu apa risiko yang akan terjadi. Karena itu, dia harus bisa melindungi seluruh penumpang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu memberikan nilai manfaat pekerjaannya untuk masyarakat.

Pasalnya, hal tersebut sangat penting untuk mendorong pencapaian Indonesia emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Menteri Basuki dalam acara ASN Talent Fest 2024 dan anugerah ASN 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, di gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/8/2024).

Untuk itu dalam kesempatan tersebut Menteri Basuki juga berpesan kepada seluruh ASN di Kementerian/Lembaga harus bisa menjalankan program secara amanah.

“Apapun konsepnya, kalau tidak terdeliver itu tidak ada artinya, kosong. Kita harus lakukan planning, programming, budgeting sistem hingga pelaksanaannya. Pertanyaannya how to deliver that? Ini yang harus dicamkan oleh para ASN kita,” ujar Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan, seorang ASN harus menjadi pemimpin bagi orang lain. Pemimpin, katanya, memiliki dua tipe yaitu pemimpin yang safety player dan pemimpin yang break through. Seorang ASN, katanya, dituntut untuk menjadi seorang pemimpin yang memiliki banyak terobosan dan inovasi.

Pemimpin itu, kata Menteri Basuki, harus menjadi seorang good driver (sopir yang baik). “Leader itu harus tahu jalan, dan tahu apa risiko yang akan terjadi. Karena itu, dia harus bisa melindungi seluruh penumpang. Dia harus menjadi seorang yang take risk (pengambil risiko). Dia harus bisa mengenal karakter masing-masing penumpang,” ujarnya.

Pak Bas – sapaan menteri yang mahir bermain drum itu– mengatakan, ada empat jenis karakter orang yaitu, mereka yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Kedua, orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu. Ketiga, orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu. Dan keempat, orang yang tahu bahwa dirinya tahu.

Seorang pemimpin, katanya, harus bisa bersinergi dalam irama rock and roll. Seperti dirinya yang pandai bermain musik, kata Menteri Basuki, seorang pemimpin harus mencintai seni. Karena dengan seni seseorang dilatih untuk menjadi pribadi yang inovatif dan menemukan hal-hal baru.

“Seorang ASN harus bermanfaat untuk orang lain. Dia tidak menjadi seorang yang free rider, tapi selalu bermanfaat bagi orang lain. Kemudian, seorang ASN itu dia harus menjadi seorang pemimpin, yang selalu bekerja dan hasil kerjanya nyata,” ujarnya.

Dikatakan Menteri Basuki, ASN bertalenta terutama para generasi muda sangat berperan penting untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan, termasuk perannya nanti di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun.

Menteri Basuki mengatakan, Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur adalah lambang kota yang akan menjadi episentrum pembangunan Indonesia.

"Ini yang seperti tadi disampaikan, talenta-talenta kita diutamakan yang digital expert untuk bisa mengoperasikan kota IKN ini. Digital expert kita utamakan untuk para ASN kita,” ujarnya.

Menteri Basuki juga mengatakan bahwa IKN dibangun bukan untuk kepentingan Presiden Joko Widodo atau untuk para menteri saat ini. Tapi IKN dibangun untuk kaum milenial dan generasi Z.

“IKN adalah buat yang millennial dan gen Z ini, bukan buat saya, bukan buat Pak Jokowi. IKN ini memang didesain untuk kota masa depan, kota anak muda masa depan," tambah Menteri Basuki.

Adapun berdasarkan paparan Menteri PUPR, profil demografis PNS yang direncanakan pindah ke IKN adalah generasi milenial 28-43 tahun sebanyak 34,54 persen dan generasi Z umur 12-27 tahun sebanyak 13,32 persen.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas dalam acara tersebut memberikan penghargaan kepada 33 orang aparatur sipil negara atau ASN teladan untuk memacu peningkatan kinerja.

"Ini (penghargaan ASN) menjadi cara dari pemerintah untuk mendorong agar ASN kita ke depan bekerja, berkinerja, dan berdampak," ujar Menteri Azwar Anas

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja. ***

--- F. Hardiman

Komentar