REGIONAL Bertikai Selama 48 Tahun, Negeri Aboru dan Hulaliu Ikrarkan Perdamaian 09 Nov 2016 07:48
Konflik dua negeri, Aboru dan Hulaliu sudah berlangsung dari tahun 1968. Konflik tersebut telah mengakibatkan keterbelakangan pembangunan.
AMBON, IndonesiaSatu.co -- Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan, tugas TNI di masa damai adalah membantu Polri dan pemerintah untuk membangun masyarakat bersama sama, sehingga misi untuk menciptakan rasa aman dan perdamaian bagi seluruh masyarakat dapat tercapai.
Pangdam menyatakan ini ketika menghadiri acara rekonsiliasi perdamaian Negeri Aboru dan Negeri Hulaliu di Dusun Tawanoi, perbatasan Negeri Aboru dan Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (8/11/2016). Sejak pertama kali bertugas di Maluku, Mayjen Doni telah menginisiasi perdamaian di beberapa "negeri" (sebutan lokal untuk kampung) yang selama ini terlibat pertikaian yang berkepanjangan, di antaranya Negeri Mamala dan Negeri Morela.
Mayjen Doni dalam sambutannya menyatakan, sebagai Pangdam Pattimura, dia sangat mengapresiasi kegiatan rekonsiliasi masyarakat dua negeri, yakni Negeri Aboru dan Hulaliu.
“Saya sangat bangga hari ini di mana kedua negeri mendeklarasikan perdamaian ditempat ini. Tugas TNI adalah menghancurkan musuh di masa perang. Namun di masa damai, TNI membantu Polri dan pemerintah untuk membangun masyarakat bersama sama, sehingga misi kami hari ini adalah menciptakan rasa aman dan perdamaian bagi seluruh masyarakat,” kata Pangdam.
Lebih lanjut Pangdam menegaskan bahwa, senjata TNI saat ini bukan SS1 atau roket tapi program Emas Hijau dan Emas Biru. Maluku adalah negeri yang kaya baik di darat maupun di laut. Sejak ratusan tahun yang lalu Maluku dikenal sebagai penghasil cengkeh dan pala. Laut Maluku penuh dengan beribu biota laut yaitu ikan yang berlimpah ruah.
“Mari kita berikan anak-anak kita makan ikan yang banyak, sehingga mereka pintar dan mempunyai postur tubuh yang tinggi. Saya percaya, 15 tahun mendatang masyarakat di sini ada yang menjadi kapolda atau pangdam. Program Emas Biru dan Emas Hijau ini dapat menciptakan kesejateraan masyarakat Maluku,” ujar Doni.
Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutan tertulisnya mengatakan, kegiatan rekonsiliasi perdamaian kedua negeri ini bukan saja disaksikan oleh kita yang masih hidup tetapi leluhur kita.
“Mari kita selalu ciptakan keharmonisan bersama untuk hidup berdamai satu dengan yang lain.”
Kapolda Maluku mengapresiasi perdamaian di Maluku, terutama perdamaian di dua negeri tersebut.
“Hari ini saya katakan bahwa salah satu tugas kepolisian terasa ringan karena saudara saudara selama ini bertikai dan membuat kami sibuk sana sini tetapi hari ini karena kasih Tuhan kegiatan ini dapat terlaksana. Mari kita jaga bersama momen ini sehingga kita terus hidup dalam sukacita dan damai sejahtera,“ kata Kapolda”
Plt Bupati Maluku Tengah Drs M Saleh Thom, MSi dalam sambutannya menyatakan, rekonsiliasi kedua negeri merupakan suatu harmoni kehidupan yang luar biasa.
“Mari kita belajar dari sejarah yang kelam untuk lebih kita memahami bagaimana kita saling memaafkan, mengasihi dan mencintai sebagai semboyan orang Maluku yaitu ‘Potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempang dibagi dua. Mari kita merajut perdamaian dan kebersamaan ini sampai anak cucu kita dan mereka akan tau bahwa kita hidup dengan cinta dan kasih sayang,” jelas Thom.
Sementara itu, Ketua BPH Sinode Gereja Protestan Maluku, Pendeta AJS Werinussa menyampaikan terima kasih akhirnya kegiatan rekonsiliasi dan perdamaian bisa terlaksana dengan baik. Gereja Protestan Maluku menyambut moment ini dengan tema "Makna suatu Pengampunan."
“Saya memilih tema ini, karena jika semua orang saling memaafkan dan saling mengampuni maka ada damai sejahtera di dalam kehidupan kita,” ujar Pendeta Werinussa.
Konflik dua negeri ini sudah berlangsung dari tahun 1968. Konflik tersebut telah mengakibatkan keterbelakangan pembangunan. Warga menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo yang bukan dengan ucapan saja untuk membantu kedua negeri ini tetapi dengan bukti nyata sehingga terlaksana kegiatan hari ini dengan penuh damai sejahtera.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Marsekal Muda Adrianus Wattimena yang telah memberikan bantuan Rp 100 juta untuk kedua negeri untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
--- Simon Leya
Komentar