MAKRO BI: Unsur Pengaman Uang Rupiah Kuat, Tak Bisa Dipalsukan 06 Apr 2017 15:41
Dengan penguatan unsur pengaman, Bank Indonesia meyakini bahwa uang Rupiah TE 2016 telah memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali masyarakat dan sulit dipalsukan.
JAKARTA, IndoneiaSatu.co -- Sehubungan dengan informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya pemalsuan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa hingga saat ini BI tidak menerima pengaduan masyarakat yang membawa bukti fisik uang TE 2016 yang diragukan keasliannya.
“Uang TE 2016 telah dilengkapi penguatan unsur pengaman untuk menghindari upaya pemalsuan. Dengan penguatan unsur pengaman, Bank Indonesia meyakini bahwa uang Rupiah TE 2016 telah memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali masyarakat dan sulit dipalsukan,” tegas BI melalui pernyataan resmi yang dilansir dari laman bi.go.id, Kamis (6/4/2017).
Untuk memastikan mengenai keaslian uang Rupiah kertas, salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang). Baik metode 3D maupun metode lain untuk mengenali keaslian uang, seperti dengan sinar ultra vioolet dan kaca pembesar, memerlukan fisik uang kertas secara langsung dan tidak dapat dilakukan melalui foto atau gambar.
Selanjutnya, BI juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati memilah informasi yang beredar mengenai uang Rupiah, khususnya yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah, BI telah menyediakan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah yang dapat diakses secara bebas. Apabila masyarakat menemukan indikasi adanya pemalsuan terhadap uang Rupiah, masyarakat dapat mendatangi Kantor BI terdekat untuk memastikan keaslian uang Rupiah.
Rincian ciri-ciri unsur pengaman dalam Rupiah yang dilengkapi gambar dapat ditemukan pada link berikut: http://bit.ly/2mSt0cE. Untuk keterangan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi contact center Bank Indonesia, 131, pada jam kerja (08.00 – 16.00 WIB).
--- Sandy Javia
Komentar