BERITA BNPB Sebut Lebih dari 5000 Gempa Susulan Pascagempa M 7,7 Flores 24 Aug 2026 17:45
"Kolaborasi ini menjadi wujud nyata gotong royong dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi. Kami memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas," kata Berton.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban, data kerusakan, serta warga yang mengungsi akibat gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Sabtu (22/8/2026), total pengungsi mencapai 150.576 jiwa.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa dampak gempa masih dirasakan luas oleh masyarakat, terutama karena aktivitas gempa susulan yang belum berhenti.
"Pengungsi juga bertambah dari angka yang kemarin 130-an ribu, sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu (22/8/26).
Menurut BNPB, lonjakan jumlah pengungsi dipicu oleh masih terjadinya gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. Kondisi ini membuat warga memilih bertahan di pengungsian demi keselamatan.
BNPB mencatat, hingga 22 Agustus 2026, telah terjadi 5.012 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 gempa susulan dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Data BNPB menunjukkan bahwa beberapa kabupaten mencatat jumlah pengungsi tertinggi. Wilayah-wilayah ini mengalami dampak paling signifikan, baik dari sisi kerusakan maupun intensitas gempa susulan. Berikut daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak:
Kabupaten Manggarai: 41.427 orang, Kabupaten Nagekeo: 34.256 orang, Kabupaten Manggarai Timur: 31.372 orang. Selain menyebabkan pengungsian massal, gempa bumi di NTT juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
BNPB mencatat korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten. Rincian korban meninggal dunia adalah sebagai berikut: Manggarai: 31 orang, Manggarai Timur: 30 orang, Sikka: 9 orang, Ende: 2 orang, Manggarai Barat: 1 orang, Nagekeo: 13 orang, dan Ngada: 4 orang.
Sementara itu, jumlah korban luka tercatat sebanyak 1.298 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 336 orang mengalami luka berat yang membutuhkan penanganan intensif. Dalam upaya penanganan bencana, berbagai unsur telah dikerahkan ke wilayah terdampak.
BNPB mencatat total ribuan personel gabungan telah turun tangan untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, dan layanan kesehatan.
Rinciannya sebagai berikut: 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, 903 relawan dari 104 lembaga. Selain itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga kemanusiaan juga telah menyalurkan bantuan logistik dan layanan dasar bagi para pengungsi.
"Kolaborasi ini menjadi wujud nyata gotong royong dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi. Kami memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas," kata Berton.
--- Guche Montero
Komentar