Breaking News

REGIONAL Bongkar Sindikat Perdagangan Manusia, Dua Polwan Menyamar Jadi PSK 19 Mar 2018 08:13

Article image
Dua Polwan, Brigadir Popy Puspasari dan Bripda Fitria Oktavia menyamar jadi PSK saat membongkar sindikat perdagangan orang (Foto: Kompas.com)
"Jadi kita tugaskan dua polwan dengan menyamar menjadi gadis yang akan dipekerjakan sebagai PSK, ditawarkan kepada pemilik tempat hiburan di Bali. Setelah pemilik tempat hiburan menyetujui, kedua Polwan diberangkatkan ke Bali bersama Kasatreskrim AKP Aul

GARUT, IndonesiaSatu.co-- Kepolisian Resort Garut berhasil membongkar sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Garut untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) di salah satu kawasan wisata di Bali.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengungkapkan bahwa sebanyak delapan orang pelaku berhasil diamankan.

“Peran mereka (pelaku, red) yakni merekrut gadis-gadis di Garut, petugas di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, hingga pemilik tempat hiburan di kawasan Pantai Sanur, Bali,” ungkap Budi.

Budi menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua orang warga Garut yang merekrut gadis-gadis di Garut. Pelaku sempat memberangkatkan dua orang gadis asal Garut ke Bali. Jajaran Satreskrim Polres Garut kemudian mencoba mengungkap lebih jauh dengan menugaskan dua polisi wanita (Polwan) untuk melakukan penyamaran ke Bali.

"Jadi kita tugaskan dua polwan dengan menyamar menjadi gadis yang akan dipekerjakan sebagai PSK, ditawarkan kepada pemilik tempat hiburan di Bali. Setelah pemilik tempat hiburan menyetujui, kedua Polwan diberangkatkan ke Bali bersama Kasatreskrim AKP Aulia Jabar dan 10 anggota Reskrim lainnya. Sesampainya di Bali, kedua Polwan langsung menuju tempat hiburan tersebut untuk bertemu pengelola. Setelah berada di dalam dan memastikan ada praktik prostitusi, tim langsung melakukan penyergapan," jelas Budi di Garut, Minggu (18/3/18) seperti dilansir Kompas.com.

Dibeberkannya, saat tim melakukan penyergapan, di dalam tempat hiburan tersebut sedikitnya ada 20 perempuan yang dijadikan PSK. Namun, hanya tiga orang yang bersedia pulang. Dua orang asal Garut dan satu orang asal Banten.

"Yang lainnya tidak mau pulang. Jadi hanya tiga orang yang kita bawa pulang dan dijadikan saksi. Perempuan yang berada di tempat hiburan tersebut, kebanyakan dari Jawa Barat. Mereka mengaku memang datang ke Bali ingin menjadi PSK. Ada pula yang menjadi PKS karena dipaksa,” bebernya.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang nomor 21 tahun 2001 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan hukuman penjara paling sebentar 3 tahun dan paling lama 15 tahun.

Kisah Dua Polwan

Brigadir Popy Puspasari dan Bripda Fitria Oktavia adalah dua polwan anggota Satreskrim Polres Garut yang berhasil mengungkap jaringan sindikat perdagangan orang untuk dipekerjakan menjadi pekerja seks komersial ( PSK) di salah satu tempat hiburan di Bali.

Mereka berani masuk ke tempat hiburan tersebut dengan menyamar menjadi PSK. Dua penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut tersebut menggunakan nama samaran Dewi untuk Brigadir Popy dan Bella untuk Bripda Fitria. Berkat keduanya, praktik prostitusi dan perdagangan orang di tempat hiburan tersebut terungkap.

"Awalnya masuk ke sana diwawancara dulu sama karyawan di sana. Selama proses wawancara, Popi ditanya mengenai kesiapannya menjadi PSK di tempat hiburan tersebut. Setelah diwawancara dan saya menyatakan siap, kemudian disuruh istirahat di kamar," kisah Popy.

Dia mengaku tidak terlalu lama berada di dalam tempat hiburan tersebut. Setelah itu, dia langsung menghubungi tim Satreskrim Polres Garut pimpinan Kasatreskrim AKP Aulia Djabar yang telah berada di dekat tempat hiburan tersebut.

"Jadi tidak lama berada di tempat hiburan, tidak sampai disuruh melayani tamu,"ujar Popy.

Sementara Bripda Fitria mengaku sempat ketakutan ketika akan menyamar menjadi PSK. Namun, karena ada tim Satreskrim Polres Garut yang mendampingi, dirinya merasa lebih tenang.

Berkat penyamaran dua polwan tersebut Polda Garut berhasil mengungkap praktik perdagangan orang dan prostitusi dengan menangkap para pelakau yang ditugaskan menjadi perekrut para gadis untuk dipekerjakan sebagai PSK di Bali.

--- Guche Montero

Komentar