Breaking News

CSR Daging Sapi AGP Bersertifikasi Halal MUI, Dipotong Dengan Tata Cara Islam 04 Jul 2016 16:31

Article image
Daging Sapi AGP Bersertifikasi Halal MUI. (Foto: ist)
Mereka membaca doa terlebih dahulu sebelum memotong sapi-sapi tersebut, sesuai dengan prosedur dan persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Daging yang dijual dalam operasi pasar daging sapi Artha Graha Peduli bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) resmi dengan tata cara pemotongan sesuai dengan agama Islam. Dengan demikian warga tidak perlu ragu dan bimbang akan kondisi higienies dan kehalalannya.

“Dijamin halal, karena kami memotongnya dengan cara Islam. Di RPH ini sapi dipotong tidak dengan mesin, tapi manual pakai pisau. Apalagi ini untuk keperluan kaum muslimin yang berpuasa dan lebaran. Sertifikat halalnya dari MUI,” kata Ikhwanuddin, tukang jagal sapi di RPH Berdikari Persero, kawasan Cibitung, Bekasi, Minggu.

Pada hari-hari terakhir Ramadhan menjelang lebaran, RPH Berdikari Persero memotong 100 ekor sapi setiap hari, termasuk puluhan sapi milik Artha Graha Peduli (AGP) yang nantinya dijual ke sejumlah pasar tradisional di Jabodetabek. Ikhwanuddin dan sejumlah tukang jagal muslim lainnya dengan tata cara muslim memotong hewan ternak tersebut.

Mereka membaca doa terlebih dahulu sebelum memotong sapi-sapi tersebut, sesuai dengan prosedur dan persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. “Jadi tak usah ragu dan bimbang, ini daging halal dan higienis,” kata Ikhwanuddin kepada wartawan.

Setelah dipotong di RPH, daging sapi yang sudah diambil kulitnya dan dipisahkan jeroannya, dibawa dengan mobil berpendingin (chiller) ke tempat-tempat penjualan, baik di pasar-pasar tradisional maupun di titik-titik penjualan lain.

“Supaya masyarakat tidak ragu akan kehalalannya, panitia memasang sertifikat halal dari MUI di setiap tempat penjualan,” kata Sahar, pembina peternak sapi AGP.

Menurut Sahar, kondisi higienis dan kehalalan ini juga berlaku untuk daging sapi beku yang dijual AGP. “Kami mendapatkan daging sapi beku dari eksportir sapi bersertifikat halal,” tegasnya.

Sahar memperlihatkan sertifikat yang dikeluarkan Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, bahwa daging sapi tersebut dipotong sesuai dengan prosedur ajaran Islam (Certificate of Slaughter in accordance with Islamic rites).

Di hari-hari terakhir Ramadhan, AGP terus menggelar Pasar Murah sembako dan Operasi Pasar daging sapi bekerjasama dengan Indofood dan Induk Koperasi Kepolisian (INKOPPOL) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sudah diselenggarakan sejak  31 Mei 2016.

"Operasi Pasar daging dan Pasar murah ini digelar sebagai bentuk kepedulian kami. Mudah-mudahan bisa meringankan beban? masyarakat, termasuk warga di perkampungan industri kecil ini,” kata Sahar.

Daging sapi segar halal dan higienis dijual dengan harga hanya Rp 75.000 per kilogram. Ini hampir separuh dari harga daging yang dijual di pasaran yang umumnya di atas Rp130.000 per kilogram.

“Itu harga yang bisa terjangkau oleh masyarakat,” demikian Sahar seraya menambahkan AGP akan terus menggelar operasi daging sapi sampai bulan Desember 2016 sesuai dengan arahan pemerintah.

Untuk menyediakan daging segar halal dengan harga terjangkau, Sahar mengumpulkan peternak-peternak binaan yang memiliki kepedulian untuk menjual sapi dengan harga Rp. 27.000/kg bobot hidup sehingga dapat dijual menjadi daging Rp. 75.000/kg.

Hal ini, katanya, dapat dilakukan karena peternak binaan AGP masih memiliki stok sapi dengan harga dasar beberapa bulan lalu, dengan catatan peternak tetap mendapat untung walau dengan margin relatif tidak besar. “Sebanyak 1000 ekor lebih kami siapkan dari para peternak untuk mendukung kegiatan ini,” demikian Sahar.

 

--- Simon Leya

Komentar