SELEBRITI Dari Lee Sun Gyun hingga Kim Soo Hyun: OSEN Ungkap Pola "Perusak Dunia Maya" di Industri Hiburan Korea 15 Mar 2025 18:00
Diduga Ibu Kim Sae Ron Khawatir Kim Soo Hyun Bisa Ambil Keputusan Ekstrem, Minta Perlindungan Hukum Sistemik
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Seorang jurnalis dari OSEN baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya mengenai kegilaan media yang melanda aktor Kim Soo Hyun. Artikel tersebut menyatakan bahwa gerakan "pembuatan isu" terhadap Kim Soo Hyun saat ini merupakan masalah yang terus-menerus terjadi di industri hiburan Korea, dengan banyak korban selebritas, termasuk mendiang Kim Sae Ron dan Lee Sun Gyun. Berikut terjemahan artikel OSEN tersebut:
Kanal YouTube HOVERLAB (Garosero Research Institute) tanpa henti mengekspos tuduhan terhadap aktor Kim Soo Hyun terkait dengan meninggalnya mendiang Kim Sae Ron. Dengan sentimen publik negatif yang semakin meningkat, kekhawatiran muncul karena Kim Soo Hyun dilaporkan mengalami kecemasan yang parah.
Sejak 10 Maret, HOVERLAB telah menerbitkan klaim berdasarkan laporan yang diduga berasal dari keluarga Kim Sae Ron, yang menyatakan bahwa mendiang aktris tersebut menjalin hubungan selama enam tahun dengan Kim Soo Hyun, dimulai ketika ia masih di bawah umur pada usia 15 tahun.
Kanal tersebut terus-menerus merilis foto-foto masa lalu keduanya, semakin memicu kontroversi publik. Mereka juga secara sembarangan membagikan gambar-gambar pribadi, termasuk satu yang menunjukkan mereka berciuman, yang telah menimbulkan kejutan di seluruh internet.
Selain itu, mereka mengancam akan merilis lebih banyak gambar pada 14 Maret, memperintensif pengawasan terhadap nama baik Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron. Kanal tersebut bahkan menyatakan niatnya untuk mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Kim Soo Hyun.
Namun, masalahnya terletak pada kenyataan bahwa HOVERLAB secara luas dianggap sebagai kanal "perusak dunia maya," sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembuat konten yang mengeksploitasi skandal negatif untuk keuntungan finansial, mirip dengan mobil derek yang bergegas ke lokasi kecelakaan untuk bisnis.
Kanal tersebut telah meminta donasi dengan kedok "membantu Kim Sae Ron dan keluarganya," bahkan memberikan detail rekening bank langsung untuk kontribusi keuangan. Dalam siaran yang ditayangkan pada malam tanggal 14 Maret, mereka secara terbuka menyatakan tujuan mereka untuk mencapai satu juta pelanggan.
Banyak selebritas telah menjadi korban kanal "perusak dunia maya" ini di masa lalu, termasuk Jang Won Young dari IVE, NewJeans, dan YouTuber Tzuyang. Khususnya, aktor Lee Sun Gyun meninggal dunia tahun lalu setelah menghadapi pelecehan online tanpa henti yang berasal dari kanal-kanal semacam itu. Pelaporan sensasional, yang disamarkan sebagai "hak publik untuk tahu," sering kali memicu komentar jahat dan memperkuat kontroversi, melanggengkan siklus eksploitasi media. Praktik tidak etis ini terus menjadi masalah moral yang serius.
Kini, Kim Soo Hyun mengalami dampak serupa, dengan kontroversi yang sudah memengaruhi dukungan komersial dan proyek-proyeknya yang akan datang. Acara varietas 'Good Day' juga berada di bawah pengawasan. Saat ia menjadi sasaran kegilaan media, kekhawatiran akan keselamatannya telah muncul. Bahkan seseorang yang mengaku sebagai ibu Kim Sae Ron, yang dirujuk oleh HOVERLAB, menyatakan kekhawatiran bahwa "Kim Soo Hyun mungkin didorong ke keputusan ekstrem (untuk bunuh diri)."
Terlepas dari kekhawatiran ini, HOVERLAB terus meningkatkan masalah ini, menyatakan, "Kami tidak akan merilis 'foto mencuci piring' hari ini karena kami merasa kasihan padanya," sambil juga memperingatkan bahwa mereka "saat ini sedang membujuk keluarga" dan bahwa "jika mereka setuju, kami akan merilis video." Kampanye media yang sedang berlangsung ini telah mengakibatkan nama mendiang aktris tersebut berulang kali beredar secara online.
Pada 14 Maret, kanal tersebut merilis pernyataan panjang yang diduga berasal dari ibu Kim Sae Ron. Bahkan dalam pernyataannya, ia terutama menyuarakan kekhawatiran atas laporan palsu dan efek merusak dari kanal-kanal "Perusak Dunia Maya" daripada berfokus pada Kim Soo Hyun. Pernyataan itu juga menyerukan perlindungan hukum sistemik terhadap praktik semacam itu. Langkah pertama menuju penyelesaian masalah ini, tegasnya, harus melalui tindakan hukum.
Agensi Kim Soo Hyun, Gold Medalist, telah mengumumkan rencana untuk respons hukum terkuat, sementara HOVERLAB juga mengklaim siap menghadapi konsekuensi hukum. Di saat spekulasi dan informasi yang salah meningkat, pengecekan fakta menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Kemudian pada hari itu, Gold Medalist merilis pernyataan darurat yang mengklarifikasi dua poin utama. Pertama, mereka mengakui bahwa Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron pernah berkencan tetapi menegaskan bahwa hubungan mereka dimulai ketika Kim Sae Ron sudah dewasa—pada musim panas 2019 dan berakhir pada musim gugur 2020. Kedua, mereka membahas masalah klaim kompensasi 700 juta KRW (sekitar 520.000 USD) terhadap Kim Sae Ron, menekankan bahwa tidak ada niat paksaan atau tekanan yang tidak semestinya.
--- Stella Josephine
Komentar