PARIWISATA Dari Puncak Wolowio, “Bunda Baik Hati” Doakan Ngada 25 Sep 2017 22:15
Tidak hanya suguhan pemandangan indah, Patung Maria Ratu Semesta Alam itu sendiri sudah merupakan pesona yang menakjubkan karena memiliki ketinggian lebih dari 15 meter.
BAJAWA, IndonesiaSatu.co – Pulau Flores memiliki sejumlah lokasi wisata yang memanjakan para pengunjung dalam negeri ataupun mancanegara. Kabupaten Ngada, salah satu Kabupaten di daratan Flores memiliki sejumlah lokasi yang menjadi tempat destinasi wisata. Salah satu tempat wisata yang semakin ramai dikunjungi di Ngada adalah Patung Maria Ratu Semesta Alam di Wolowio.
Wisata rohani Katolik Patung Maria Ratu Semesta Alam berada di sebuah ketinggian perbukitan Wolowio dengan pemandangan alam yang luar biasa menawan plus tambahan hawa sejuk.
Tidak hanya suguhan pemandangan indah, Patung Maria Ratu Semesta Alam itu sendiri sudah merupakan pesona yang menakjubkan karena memiliki ketinggian lebih dari 15 meter. Dengan ukuran sebesar itu, Bunda Maria yang menghadap ke kota Bajawa dengan tangan terkatup tampak senantiasa berbaik hati mendoakan masyarakat Ngada.
Pius Ria, salah seorang PNS di Kabupaten Ngada menceritakan kepada IndonesiaSatu.co bahwa Patung Bunda Maria Ratu Semesta Alam berada di atas lahan seluas 100 hektar dan berada di atas ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut.
“Taman ini dikelola oleh Paroki St. Longginus Wolowio, yakni paroki yang baru dikukuhkan menjadi paroki definitif oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr pada 15 Oktober 2010 lalu,” ungkap Pius di Wolowio, Senin (25/9/2017).
Patung Bunda Maria Ratu Semesta Alam berada di puncak Gunung Ata Gae, Wolowio, Bajawa. Tempat ini merupakan salah satu bukit yang paling ditakuti sejak dahulu kala oleh warga.
“Konon katanya bukit itu dijadikan sebagai tempat untuk menghukum atau mengeksekusi para budak yang berdosa sampai mati,” papar Vinsen Longa, seorang pekerja perbaikan jalan menuju bukit Wolowio.
Dari pusat kota Bajawa menuju Wollowio, jarak tempuh tidak lebih dari 30 menit. Lokasinya berada kurang lebih 5-6 km dari pusat kota Bajawa. Sepanjang jalan menuju Bukit Wolowio akan disuguhkan pemandangan yang bagus dengan hamparan kebun kopi arabika yang ditanam oleh petani lokal.Untuk diketahui bahwa kopi Arabika Bajawa sudah diekspor ke luar negeri.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati sejumlah anak kampung tradisional yang di tengahnya terdapat simbol adat berupa ngad’u (kayu bercabang dua yang ditancapkan ke tanah) dan rumah-rumah adat berukuran kecil. Pemandangan ini akrab ditemui dalam perjalanan ke puncak Wolowio.
Apabila Anda berkunjung ke Flores, terutama ke Ngada, pastikan kaki Anda menjejaki dan menyelami doa Bunda Maria dan kesejukan panorama alam di Wolowio.
--- Redem Kono
Komentar