POLITIK Deklarasi Akbar di So'e, Melki-Johni Ajak Masyarakat Berpolitik Santun dan Damai 16 Sep 2024 23:44
“Jangan gunakan isu SARA. Sebab isu suku, agama dan politik masing-masing ada ruangnya. Kita hindari itu agar bisa berdemokrasi secara damai," pesan Melki.
SO'E, IndonesiaSatu.co-- Pasangan bakal calon Gubernur dan bakal calon Wakil Gubernus Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma (Paket Melki-Johni), meminta para pendukung, simpatisan, relawan dan masyarakat NTT untuk berpolitik secara santun, riang gembira dan damai.
Permintaan itu disampaikan Melki-Johni Lana Lena saat mengikuti deklarasi akbar di Lapangan Puspenmas, Kota So'e, Senin (16/9/2024).
“Saya meminta semua pendukung dan relawan agar berkampanye secara santun, riang gembira dan damai,” kata Melki Laka Lena.
Deklarasi hari kedua di So'e itu mencakup Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.
Belasan ribu masyarakat dan para relawan membludak di Lapangan Puspenmas.
Di hadapan ribuan massa, Melki mengingatkan untuk tidak menggunakan isu Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA).
“Jangan gunakan isu SARA. Sebab isu suku, agama dan politik masing-masing ada ruangnya. Kita hindari itu agar bisa berdemokrasi secara damai," pesan Melki.
Bawa Misi Perubahan untuk NTT
Sementara Calon Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam orasi politiknya mengatakan, untuk membangun NTT butuh pemimpin yang punya kualitas dan komitmen yang kuat.
“Kenapa harus dukung Melki-Johni, jawabannya untuk membuat perubahan di NTT; termasuk di Belu, TTS, Malaka TTU dan Kabupaten Kupang,” kata Johni.
Mantan Kapolda NTT itu mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan membangun NTT sesuai potensi semua daerah masing-masing.
Selain menggaungkan perubahan, Johni juga berkomitmen untuk memperhatikan nasib sektor pendidikan, khususnya nasib para guru di NTT.
“Gaji guru harus ditambah. Saat ini gaji guru Rp 300 ribu per bulan, ini harus kita tambah. Anak yang tidak sekolah harus kita bantu,” kata Johni.
“Ada anggaran untuk pendidikan, tapi anggaran ini harus dikelola dengan baik. Tidak dikorupsi, agar anak-anak kita bisa sekolah, sehingga mereka menjadi anak-anak yang pintar, cerdas dan menjadi harapan bangsa,” sambungnya.
Didukung 4000 Relawan Projo dan YTMI
Ketua Panitia Deklarasi Akbar So'e, Rubah Banunaek, dalam laporannya mengatakan, sebanyak 4000 relawan yang tergabung dalam Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI) dan Pro Jokowi (Projo) ikut hadir dalam deklarasi akbar tersebut.
Menurut Ruba, deklarasi ini diikuti oleh relawan dan pendukung perwakilan dari 4 Kabupaten di daratan Timor.
“Masing masing sebanyak 1500 relawan dari Kabupaten Kupang, TTU, Belu dan Malaka. Juga ada sebanyak 4000 relawan Projo dan YTMI dari Kabupaten TTS,” bebernya.
--- Guche Montero
Komentar