Breaking News

HANKAM Densus 88 Berhasil Menangkap Terduga Teroris di Kota Batu, Salah Satunya Merencanakan Peledakan di Tempat Ibadah 01 Aug 2024 13:37

Article image
Densus 88 Anti Teror. (Foto: Istimewa)
Selain menangkap para pelaku, Tim Densus 88 juga menyita sejumlah bahan peledak dari lokasi penangkapan.

KOTA BATU, IndonesiaSatu.co-- Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap tiga orang terduga teroris di Kota Batu Jawa Timur. Ketiga terduga teroris tersebut tinggal di Villa syariah Bunga Tanjung Kav. 34, Kelurahan Jeding, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

Sebelum melakukan penangkapan, Densus 88 telah melakukan serangkaian penyelidikan sejak beberapa hari terakhir. Mereka memantau jaringan teroris yang terkait dengan ketiga terduga teroris.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto kepada Tempo.co pada Kamis (1/8).

“Mereka menyewa rumah selama dua tahun. Sudah tinggal di sini selama 1,5 tahun,” kata Dirmanto

Kini, Inafis, Puslabfor dan Tim Penjinak Bom dari Brigade Mobil (Brimob) membantu proses identifikasi. Warga di sekitar lokasi dievakuasi, dikhawatirkan ada bahan peledak di lokasi tersebut. Polisi memasang garis polisi, sejumlah polisi bersenjata laras panjang berjaga di lokasi.

Dirmanto mengaku tak bisa menjelaskan kronologi penangkapan dan kaitan dengan jaringan terorisme. Penjelasan lebih lengkap, katanya, akan disampaikan Markas Besar (Mabes) Polri.

“Konstruksi hukum akan disampaikan Divisi Humas Mabes Polri,” katanya.

Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan pihak Densus juga telah meminta keterangan orang tua terduga salah satu teroris berinisal HOK (19).

"Memang ada beberapa orang yang dimintai keterangan, termasuk orang tua atau keluarganya," kata Aswin Siregar.

Salah satu terduga teroris berinisial HOK (19) merupakan simpatisan Daulah Islamiyah. HOK ditenggarai hendak melakukan aksi bom bunuh diri di tempat ibadah.

Selain menangkap para pelaku, Tim Densus 88 juga menyita sejumlah bahan peledak dari lokasi penangkapan.

Saat ini para terduga teroris yang usianya masih remaja masih dilakukan pemeriksaan intensif, agar mengetahui motif sehingga para terduga bergabung dalam kelompok tersebut.*

--- Hendrik Penu

Komentar