Breaking News

EKONOMI Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, KSSK Tetap Siagakan 'Benteng' Hadapi Ketidakpastian Global 07 May 2026 20:02

Article image
Hasil rapat berkala KSSK yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, menyepakati perlunya asesmen

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan komitmen untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko transmisi gejolak geopolitik global ke ekonomi domestik. Eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi fokus utama radar pengawasan otoritas karena potensinya memicu volatilitas harga energi dan ketidakpastian pasar keuangan.

Hasil rapat berkala KSSK yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, menyepakati perlunya asesmen forward looking yang lebih intensif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa meskipun ekonomi triwulan I/2026 tumbuh impresif sebesar 5,61%, pemerintah tidak akan lengah terhadap dinamika global yang masih carut-marut.

“Global masih penuh ketidakpastian, kita akan waspadai terus untuk ekonomi domestik. KSSK akan melakukan asesmen forward looking atas kinerja sektor keuangan terkini seiring meningkatnya risiko ekonomi global,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Mitigasi Tekanan Harga Energi

Menurut Purbaya, penyelesaian konflik di Timur Tengah merupakan faktor kunci yang menentukan arah harga komoditas energi dunia. Lonjakan harga minyak mentah atau gas akibat gangguan pasokan di kawasan tersebut dapat memberikan tekanan berlapis pada inflasi dan stabilitas fiskal dalam negeri.

Guna mengantisipasi hal tersebut, KSSK akan melakukan koordinasi lintas lembaga serta bersinergi dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk memastikan langkah mitigasi berjalan efektif.

“Kita lihat triwulan pertama cukup bagus, tetapi kita akan melihat seperti apa di triwulan II tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul dari sisi makro,” imbuhnya.

Sinergi Empat Pilar Keuangan

Dalam kesempatan yang sama, empat pimpinan otoritas keuangan tersebut memastikan bahwa instrumen kebijakan moneter, fiskal, pengawasan sektor jasa keuangan, serta penjaminan simpanan akan digerakkan secara harmonis. Fokusnya adalah menjaga agar transmisi dari gejolak global tidak mengganggu momentum intermediasi perbankan dan daya beli masyarakat.

Asesmen forward looking yang dilakukan KSSK mencakup pemantauan ketat terhadap arus modal asing (capital flow), nilai tukar rupiah, hingga ketahanan permodalan industri keuangan nasional di tengah volatilitas global yang diprediksi masih akan berlanjut hingga paruh kedua tahun 2026.***

Hasil Rapat Berkala KSSK (Mei 2026):

Fokus Pengawasan Poin Mitigasi Utama
Konflik Timur Tengah Antisipasi lonjakan harga energi & volatilitas pasar.
Metode Pengawasan Asesmen forward looking & pemantauan data terkini.
Pertumbuhan Ekonomi Menjaga momentum 5,61% agar berlanjut di Q2/2026.
Koordinasi Lembaga Sinergi Menkeu, BI, OJK, dan LPS bersama K/L lain.
Stabilitas Makro Mitigasi kendala eksternal terhadap daya beli domestik.

 

--- Sandy Javia

Komentar