PENDIDIKAN Dialog dengan IKPMK di Jogja, Bupati Badeoda Ajak Mahasiswa Ubah Mindset untuk Kemajuan Ende 11 Aug 2025 23:51
Bupati Ende yang dikenal tegas menata birokrasi di Kabupaten Ende itu memotivasi para mahasiswa untuk berani mengubah pola pikir (mindset) dalam mendukung kemajuan Ende dari berbagai aspek.
YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Bupati Ende, Josef Benediktus Badeoda, berkesempatan bertemu dan berdialog dengan para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu (IKPMK) di Yogyakarta, Jumat (8/8/2025).
Didampingi sang isteri Cici M Badeoda dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende, Mathildis Mensi Tiwe, Bupati Badeoda
menyapa para mahasiswa dengan penuh kehangatan dan menggambarkan bagaimana strategi pembangunan yang sedang digodok selama pemerintahannya.
Kepada para mahasiswa, Bupati Ende yang dikenal tegas menata birokrasi di Kabupaten Ende itu memotivasi para mahasiswa untuk berani mengubah pola pikir (mindset) dalam mendukung kemajuan Ende dari berbagai aspek.
Bupati Badeoda mengaku, mengubah mindset bukan hal mudah, dan itu menjadi tantangan berat yang dihadapi pemerintah Ende saat ini.
"Di awal tahun kepemimpinan kami ini, ada banyak tantangan yang dihadapi, termasuk tantangan paling mendasar yakni bagaimana mengubah pola pikir para pejabat maupun masyarakat,” ungkap Bupati Badeoda.
Bupati Badeoda mencontohkan alat pembayaran pajak secara otomatis (elktrik) yang hanya digunakan selama satu minggu dan rusak.
Secara gamblang Bupati mengatakan bahwa alat itu sengaja dirusaki agar penagihan pajak kembali dilakukan secara manual. Contoh lainnya, sebut Bupati, yakni alat pencuci darah yang sudah dibeli namun tidak ada yang bisa menjadi operator.
Alhasil, alat itu rusak karena tidak ada yang isa mengoperasikan.
"Jika niat kita ingin meluruskan sesuatu yang bengkok, tantangannya berat,” ujarnya.
Bupati Badeoda juga menyinggung beberapa upaya strategis yang tengah menjadi fokus kinerja pemerintah saat ini.
"Kita sedang mengoptimalkan peran BUMD di bidang pariwisata, pertanian, dan pasar. Karena PAD yang paling banyak bisa diserap dari sektor itu, sehingga kita membutuhkan Sumber Daya Manusia yang bisa mendukung upaya itu. Saya perlu dukungan adik-adik lewat ide-ide konstruktif demi kemajuan Ende," jelasnya.
Kontribusi Bangun Daerah
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe, yang juga alumni mahasiswa Yogyakarta, memotivasi para mahasiswa untuk memanfaatkan setiap ilmu pengetahuan dan program studi yang diperoleh demi masa depan yang cerah, termasuk membangun daerah.
Kadis Mensi kembali bernostalgia saat dirinya harus "merantau" ke Jogja guna menimba ilmu lalu kembali ke daerah untuk mengabdi sebagai abdi negara dalam mencerdaskan generasi Ende melalui bidang pendidikan.
“Jadikan pengalaman 'merantau' ke Jogja ini sebagai bekal diri dengan ilmu pengetahuan. Dengan bekal itulah, kita dapat mengubah pola pikir, mengubah lingkungan di mana kita berkarya, termasuk bersama-sam mengubah daerah Ende dengan potensi yang kita miliki," ajak Kadis Mensi.
Di hadapan para mahasiswa dan Bupati, Kasia Mensi menegaskan komitmennya untuk tetap berupaya memajukan Ende lewat sektor Pendidikan dan Kebudayaan.
"Kita akan hidup baik. Namun dengan sekolah/berpendidikan, kita akan hidup jauh lebih baik. Mari terlibat bersama dan tunjukan kontribusi positif mewujudkan ENDE BARU Untuk Semua,” ajak Kadis Mensi.
--- Guche Montero
Komentar