PENDIDIKAN Kadis PK Ende: Tidak Ada Penggusuran dan Pembongkaran Gedung Sekolah SDN Wolomoni 12 Jun 2026 12:45
"Kita turun langsung ke sekolah ini karena kita ingin memastikan keadaan atau kondisi sekolah ini yang sebenarnya. Bahwa kondisi sekolah tetap aman dan tidak digusur atau dibongkar," ujar Kadis Venan.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Ende, Venantius Minggu, S.Pd., M.Pd, meninjau langsung kondisi sekolah SDN Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT.
Kadis Venantius Minggu turun bersama beberapa beberapa staf ke sekolah itu pada Rabu (10/6/2026) pasca polemik yang terjadi beberapa waktu sebelumnya terkait penggusuran lahan sekolah untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Saat tiba di lokasi, Kadis Venan meninjau kondisi sekolah, termasuk halaman bagian belakang sekolah yang sebelumnya hendak digusur untuk pembangunan gedung KDMP serta fondasi dan tiang yang dilaporkan rusak.
Usai meninjau, Kadis Venan menerangkan bahwa kondisi bangunan sekolah tetap aman dan tidak seperti yang beredar di media sosial bahwa sekolah ini digusur atau dibongkar untuk KDMP.
“Kita turun langsung ke sekolah ini karena kita ingin memastikan keadaan atau kondisi sekolah ini yang sebenarnya. Bahwa kondisi sekolah tetap aman dan tidak digusur atau dibongkar seperti yang viral di medsos,” ujarnya.
Kadis Venan menegaskan bahwa tidak ada penggusuran atau pembongkaran gedung sekolah untuk pembangunan gedung KDMP sebagaimana narasi yang beredar.
Bahkan, kata Kadis, lahan milik sekolah yang sebelumnya direncanakan akan digusur untuk pembangunan gedung KDMP, telah dibatalkan.
Pemerintah desa dan para pihak terkait yang akan membangun gerai KDMP, diminta untuk mencari lahan lain agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
“Sekali lagi kami menegaskan bahwa tidak ada penggusuran lahan milik sekolah apalagi gedung sekolah untuk bangun KDMP. Saya tegaskan itu tidak benar. Soal lahan sudah dibatalkan berdasarkan rapat bersama pada 19 Mei 2026 lalu. Pemerintah desa cari lahan lain untuk bangun KDMP,” imbuhnya.
Kadis Venan menjelaskan bahwa fasilitas sekolah yang sempat rusak, juga sudah diperbaiki.
“Sudah diperbaiki semua. Yang terjadi saat itu hanya membuka akses jalan untuk alat berat excavator yang hendak masuk ke lokasi, bukan berniat merusak dan menggusur fasilitas sekolah,” tandasnya.
Sementata itu, Kepala SDN Wolomoni, Yohanes Dua mengatakan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah berjalan seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan polemik yang terjadi.
Yohanes mengatakan bahwa informasi dan narasi yang beredar di media sosial keliru dan berlebihan, karena bukan gedung sekolah yang akan digusur tetapi lokasi milik sekolah yang akan digusur untuk pembangunan gerai KDMP.
Kepsek Yohanes menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ende, Kepala Dinas PK Ende, Kepala Dinas Koperasi, DPRD Ende, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh adat, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyelesaikan polemik ini.
"Polemik ini telah berakhir, karena telah diputuskan bersama bahwa lahan milik sekolah tidak digunakan untuk kepentingan pembangunan gedung KDMP," ujarnya.
“Sudah ada kesepakatan dan solusi bersama, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan lagi agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah,” harapnya.
--- Guche Montero
Komentar