INTERNASIONAL Divonis Positif Covid-19, Tom Hanks dan Istrinya Rita Wilson Tinggalkan RS 17 Mar 2020 11:48
Menurut Departemen Kesehatan Australia, saat ini ada 68 kasus yang dikonfirmasi di Queensland, tempat Hanks berada.
QUEENSLAND, IndonesiaSatu.co -- Aktor gaek asal Amerika Serikat (AS) Tom Hanks dan istrinya Rita Wilson diperblehkan meninggalkan rumah sakit di Australia setelah menerima perawatan kasus virus corona (COVID-19), demikian dilansir BBC News.
Pasangan, yang sekarang mengkarantina diri di rumah sewaan mereka di Queensland, mengumumkan bahwa mereka telah dinyatakan positif minggu lalu.
Pasangan itu berada di Gold Coast ketika Hanks membuat film tentang Elvis Presley. Produksi telah ditunda.
Saat ini ada 375 kasus virus yang dikonfirmasi di Australia.
Hanks, 63, mengatakan Kamis lalu di Instagram bahwa dia terkena virus itu.
"Kami merasa sedikit lelah, seperti pilek dan beberapa sakit di tubuh. Rita mengalami kedinginan yang datang dan pergi. Demam ringan juga," katanya dalam sebuah pos.
Dia kemudian menindaklanjuti dengan posting lain, berterima kasih "semua orang di sini Down Under yang merawat kami dengan baik".
Aktor peraih Oscar ini bukan satu-satunya selebritas yang dites positif terkena virus. Aktor Inggris Idris Elba pada hari Senin mengungkapkan dia telah dites positif.
"Saya merasa baik-baik saja, saya tidak memiliki gejala sejauh ini. Tidak panik," katanya lewat akun Tweeter-nya.
Dia diuji karena "terkena" seseorang yang telah dites positif, katanya. Dia telah mengisolasi diri sejak Jumat.
"Kita hidup di dunia yang terbagi, kita semua merasakannya ... sekarang saatnya untuk solidaritas," tambahnya.
Menurut Departemen Kesehatan Australia, saat ini ada 68 kasus yang dikonfirmasi di Queensland, tempat Hanks berada.
Perdana Menteri Australia pada hari Senin memerintahkan periode isolasi diri 14 hari bagi siapa pun yang tiba di negara itu.
"Kami tahu bahwa virus tidak dapat dihentikan sepenuhnya ... tetapi kami dapat memperlambat penyebaran," kata Scott Morrison.
Kapal pesiar asing juga akan dilarang berlabuh di Australia selama 30 hari, tetapi sekolah akan tetap buka.
Pada bulan Februari, lebih dari 200 warga negara Australia diterbangkan pulang setelah 14 hari di karantina di Pulau Christmas yang terpencil.
Mereka telah dievakuasi dari provinsi Hubei China, tempat wabah itu muncul akhir tahun lalu.
--- Simon Leya
Komentar