Breaking News

LINGKUNGAN HIDUP DPR Tekankan Perkebunan Berkelanjutan 23 Apr 2026 10:47

Article image
Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad. (Foto: Ist)
Perusahaan perkebunan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

MEDAN, IndonesiaSatu.co -- Aspek lingkungan hidup kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis perkebunan di Indonesia. Dalam pertemuan antara Komisi VI DPR RI dan jajaran direksi BUMN sektor perkebunan di Kantor Regional I PT Perkebunan Nasional IV, Rabu (22/4/2026), isu keberlanjutan menjadi sorotan utama.

Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad, menegaskan bahwa perusahaan perkebunan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Lingkungan ini sangat penting, karena kita tidak hanya semata mengejar profit dari perkebunan, tapi juga harus berkelanjutan,” ujar Achmad usai pertemuan.

Ia menambahkan bahwa pembukaan lahan harus dilakukan secara bertanggung jawab, tanpa merusak ekosistem maupun menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan juga menyoroti pentingnya menjaga kenyamanan lingkungan serta keamanan masyarakat lokal. Hubungan harmonis antara perusahaan dan warga dinilai sebagai kunci keberhasilan industri perkebunan, khususnya di sektor kelapa sawit.

Achmad mengingatkan bahwa kehadiran perusahaan tidak boleh menjadi pemicu konflik sosial atau merugikan hak masyarakat. Sebaliknya, sektor perkebunan diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan pola kemitraan antara perusahaan dan masyarakat, yang dikenal sebagai skema inti-plasma. Dalam skema ini, perusahaan bertindak sebagai inti, sementara masyarakat menjadi plasma yang turut terlibat dalam kegiatan produksi.

“Pola kemitraan ini harus dikembangkan dan dijalankan secara konsisten,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuka peluang mata pencaharian baru serta membantu mengurangi ketimpangan ekonomi di wilayah perkebunan.

Dengan menjaga ekosistem sekaligus memperkuat hubungan sosial, industri perkebunan nasional diharapkan tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan inklusif secara sosial.

--- Redem Kono

Komentar